23 Maret 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Filipi 3:7-8 TB
Saat membereskan barang-barang anak-anak karena sudah dewasa, ada banyak medali atau trofi yang pada waktu yang lalu telah mereka perjuangkan dan menangkan dalam berbagai perlombaan dan pertandingan; namun yang akhirnya harus disimpan, dimasukkan ke dalam gudang/kotak sampai pada satu hari harus dibuang, dan biasanya para orang tua akan mengenang bagaimana perjuangan, keringat, dan air mata yang telah anak-anak lakukan demi mendapatkan semua penghargaan itu, tetapi sekarang harus membuangnya karena semuanya sudah tidak berharga lagi bagi anak-anak, dan telah menjadi sampah.
MENEMUKAN (M1)
Filipi 3:7-8 TB, Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Pertanyaan:
- Hal apakah yang Paulus katakan karena Kristus?
- Seperti apakah pengenalan akan Kristus Yesus menurut Paulus?
- Hal apakah yang Paulus lepaskan supaya memperoleh Kristus?
MERENUNGKAN (M2)
Sebelum Paulus menjadi seorang Kristen, dia juga berpikir bahwa semua pencapaian secara daging telah membuatnya berhasil dalam usahanya untuk menyenangkan Tuhan melalui perbuatan, sebagai:
- Seorang Farisi yang terkenal karena ketaatan terhadap hukum Allah dan Jumlahnya tidak pernah lebih dari enam ribu orang.
- Penganiaya gereja, hingga Tuhan menjamah di jalan menuju Damaskus.
- Orang yang tidak bercacat dalam kebenaran/hukum dan mencapai standar kebenaran yang diterima di antara orang-orang pada zamannya.
…, Tetapi pada akhirnya karena Kristus ia pun berkata bahwa apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya, sekarang dia anggap sebagai kerugian; karena pengenalan akan Kristus yang lebih mulia dari semuanya, dan rela melepaskan semuanya dan menganggapnya sebagai sampah, supaya memperoleh Kristus.
Dari kisah ini kita belajar bahwa, ternyata seperti itulah nantinya akhir dari semua yang telah kita capai dan kerjakan; Semua harta milik, benda, prestasi dan kehebatan yang telah diperjuangkan selama ini, suatu waktu semuanya akan menjadi tidak berarti apa-apa kecuali menjadi sampah. …, dan pada saat itulah kita diyakinkan bahwa segala harta, prestasi dan kemampuan yang fana dari dunia ini bukanlah hal yang paling berharga sehingga tidak harus LEBIH kita kejar dan utamakan lebih dari kesetiaan untuk keintiman pengenalan akan Tuhan.

MELAKUKAN (M3)
Dari renungan hari ini kita belajar bahwa, memiliki Kristus Yesus sebagai harta yang paling berharga dan paling bernilai, adalah hal yang terutama dan sejati yang harus kita miliki; Oleh karena itu, bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap semua harta milik, benda, prestasi, kemampuan dan sarana mobil, uang, laptop dls yang telah Tuhan berikan? Adakah hal yang lain yang lebih utama, berharga dan mulia lebih dari memiliki Yesus..?
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara saat bersyukur dan bangga karena LEBIH mengejar pengenalan dan memperoleh Kristus daripada memperoleh segala trofi prestasi dalam dunia ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

