03 April 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Roma 1:17
A. PENGANTAR
Pernahkah Anda berpikir, kenapa seekor burung Rajawali bisa terbang sangat tinggi di angkasa dibandingkan dengan seekor ayam? Tentu ini bisa menjadi pertanyaan umum banyak orang. Ya, jawaban sudah tentu karena kedua jenis hewan ini dirancang oleh Tuhan dengan sistem tubuh dan perilaku yang unik. Secara tingkat sel, ekspresi dari ayam dan burung Rajawali yang berbeda itu, diatur oleh kekuatan genetika di dalam inti sel kedua jenis hewan tersebut. Genetika itu adalah ilmu yang menjelaskan tentang keturunan dimana, ekspresi keturunan makhluk hidup itu sangat ditentukan oleh kandungan kimia dalam inti selnya. Di situlah keunikan kedua jenis hewan tersebut. Sehingga secara permanen seekor burung Rajawali ditetapkan bisa terbang sangat tinggi di angkasa sedangkan seekor ayam hanya bisa terbang setinggi lebih kurang 1 meter di atas permukaan bumi (disamping sistem perkembangbiakannya berbeda).
Sejenak kita gunakan gambaran pola perilaku kedua jenis hewan di atas. Di dalam kehidupan kekristenan, kunci utama yang membedakan dengan orang-orang non Kristen adalah kepercayaannya 100% tentang Ke-Tuhanan Yesus Kristus dan peran Juru Selamat yang dikerjakanNya. Ketika seseorang sudah mempercayai KeTuhanan Yesus Kristus dan mengikuti Dia, maka manusia itu memiliki “genetika Ilahi” yang membentuk pola berpikir baru , sebagai ciptaan baru (2 Kor 5:17). Pola berpikir ini bukan sekedar nalar manusiawi tetapi sebagai roh pikiran (Spirit of mind) yang menetap di dalam hari orang Kristen. Kemudian Roh Kudus memateraikan keputusan menjadi pengikut Kristus, sebagai satu keabsahan di dalam Kerajaan Allah. Secara hukum rohani, seyogyanya orang Kristen selalu berusaha dan hidup dalam dasar iman yang penuh kepada Kristus. Kehidupan dalam iman, adalah satu akibat dari pengungkapan kebenaran Allah kepada mereka yang membaca dan merenungkan firmanNya secara konsisten dan aplikatif. Pertanyaannya, apakah orang Kristen bisa menjalani kehidupan sehati-hari tanpa iman? Jawabannya : bisa. Kapankah itu bisa terjadi? Pada saat orang Kristen membuat keputusan di atas dasar keinginan daging atau hawa nafsu (1 Tim 6:9; Gal 5:17), maka di saat itulah hidupnya tidak hidup sebagai orang beriman.

Bagaimana kita dapat membangun kehidupan yang selalu beriman? Sederhana jawabannya, yakni renungkanlah taurat Tuhan siang dan malam (Maz 1:1-3). Miliki kebiasaan ini melalui latihan hidup sebagai orang beriman. Sebab iman yang benar akan menolong kita tetap berpikir dan bertindak rohani setiap saat.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacaan: Roma 1:17
- Orang benar akan hidup oleh….
- Apakah yang membuat bisa bertolak dari iman dan memimpin kepada iman?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah arti iman itu dalam pemahaman Anda? Samakah iman dengan tindakan nekat? Coba renungkan keputusan Abram saat akan mengorbankan anaknya Ishak di atas mezbah pembakaran di Bukit Moria?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Jika Anda percaya bahwa dasar yang kokoh dari keberhasilan kehidupan orang Kristen adalah hidup dari iman kepada Kristus, mulailah susun semua rencana Anda pada hari ini, dengan dasar satu keyakinan diri yang kuat karena Anda mempercayai firmanNya untuk Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pemahaman iman Anda melalui roh pikiran Anda tentang satu kebenaran kepada orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

