JUMAT- BUKAN PENJARA KEFASIKAN

05 Mei 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 1 Timotius 9:7-13)

A. PENGANTAR

Belajar kembali tentang kasih karunia Allah dan kebenaran adalah paket belajar kehidupaan orang Kristen yang sejati. Selain dari kasih karunia Allah dan kebenaran, maka itulah yang disebut kehidupan yang sia-sia. Namun pada kenyataannya tidak sedikit orang Kristen yang mengalami kondisi hidup dimana kasih karunia Allah dan kebenaraan sebagai Hukum Allah tidak terintegrasi atau terkait kuat satu dengan yang lainnya. Bisa saja seorang Kristiani terlalu condong mengandalkan kasih karunia Allah atau sebaliknya terlalu condong kepada hukum-hukum di Alkitab. Jika seseorang yang hanya mengandalkan pemahaman terpisah dimana menekankan kasih karunia yang terlalu ekstrim, dengan mengabaikan hukum-hukum Allah, maka yang terjadi adalah gaya hidup yang bebas dan berujung pada penyesatan diri. Jika terlalu menekankan hukum-hukum Allah atau kebenaranNya, tanpa memahami dan menjalankan dengan baik dan benar, maka yang terjadi adalah pemenjaraan diri sendiri sehingga menjadi seperti ‘robot-robot Kristen’ atau diidentifikasikan sebagai orang Fasik atau orang Farisi.

Paulus dengan latar belakang seorang yang sangat rajin hidup sebagai orang Farisi, dimana dia menjunjung tinggi tradisi Hukum Farisi atau Saduki tetapi tidak menjunjung tinggi Hukum Kristus yang alhasil Paulus terjebak dengan situasi tidak bertumbuh dalam kebenaran Alkitab. Namun kemudian pada waktuNya Tuhan, Paulus bertemu dan mengalami kasih karunia Allah sehingga dia masuk ke dalam dimensi kehidupan yang sejati yakni integrasi atau kesatuan hidup dalam kasih karunia Allah dan kebenaran atau hukum-hukum Allah.

Situasi seperti uraian di atas bisa terjadi bahkan tidak jarang terjadi di dalam kehidupan orang Kristen. Di dalam pelayanan Kristen, semua dimulai dari anugerah atau kasih karuniaNya yang kemudian akan menuntun kepada prinsip-prinsip menjadi seorang hamba Kristus dengan batasan karakter dan kompetensi yang diajarkan di dalam Alkitab. Dalam kehidupan di rumah tanggapun, sangat penting menegakkan kasih karuniaNya dan hukum-hukum Allah secara sederhana dan tepat seperti yang Alkitab ajarkan. 

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1)


Bacaan: 1 Timotius 9:7-13

  1. Apakah yang dikatakan dalam ayat 7?
  2. Untuk siapakah Hukum Taurat diberikan?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Menurut Anda apakah arti dan tujuan Hukum Taurat dalam I Timotius 9:7,9?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Milikilah pemahaman yang tepat yakni kasih karunia Allah dan kebenaran sebagai hukum-hukum Allah adalah 2 bagian yang menyatu. Belajarlah menerapkan secara baik dan benar di dalam kehidupan sehari-hari Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ajarkanlah orang-orang Kristen di sekitar Anda, tentang arti kesatuan kasih karunia Allah dan kebenaran, berdasarkan pemahaman dan pengalaman hidup Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47