10 Mei 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 2 Korintus 12:6-10
A. PENGANTAR
Apakah Anda pernah membaca kisah perjalanan Rasul Paulus di dalam Alkitab? Dia adalah seorang yag telah bertobat dan menjadi pengikut Yesus Kristus serta mendapatkan panggilan pelayanan untuk melayani bangsa-bangsa bukan Yahudi. Terbukti dalam catatan Alkitab bahwa Rasul ini banyak merintis jemaat di berbagai kota dan daerah sampai ke luar Timur Tengah. Selain itu banyak surat-surat perjalanan misi yang dituliskannya di dalam Alkitab. Namun demikian, Paulus tidak dicatat sebagai pelayan Tuhan yang sombong. Di balik kejayaan pelayanan, dia tetap menyadari memiliki kelemahan.
Bagi Paulus, kelemahan bukanlah halangan untuk melayani Tuhan. Iman yang teguh dan kedewasaan berespon terhadap kelemahannya, menuntun dia kepada cara pandang yang rohani dan penuh kasih karunia Allah. Memang secara manusia, Paulus berharap kelemahannya “duri dalam daging” dibuang dari dirinya. Namun dia tidak memaksa apalagi frustrasi menyikapinya. Bahkan dia berkata : “…Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Kor 12:9b)

Paulus memahami apa arti hidup dalam kasih karunia Allah. Diperlukan satu sikap terbuka dan jujur kepada Tuhan tentang apa yang menjadi pergumulan diri. Kita harus menyadari dimana titik kelemahan kita. Tidak perlu merasa selalu kuat dan serba tahu akan jalan keluar. Orang yang benar-benar memahami arti hidup dalam kasih karunia yang menyertainya adalah orang yang sudah dan terus melepaskan ego negatif dari dirinya melalui pengenalan diri yang benar dan bertobat serta keterbukaan akan campur tangan Tuhan. Ketika kita melihat prinsip Paulus “terlebih suka bermegah atas kelemahan-ku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”. Tidak ada kasih karunia Allah tanpa kerendahan hati dan membuka diri pada kuasa Tuhan dalam kita di semua aspek perjalanan kehidupan.
Jadi, kata “terlebih suka bermegah atas kelemahan” adalah bukan pasrah tapi tidak rela, tetapi pasrah dan beriman ada kekuatan kuasa kasih karuniaNya yang bekerja. Kunci untk benar-benar merasakan dampak iman terhadap kasih karunia Allah adalah dalam kelemahan diri berserah total kepada penyertaan dan solusi Tuhan.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: 2 Korintus 12:6-10
- Apakah yang dikatakan Paulus dalam ayat 6-7?
- Apakah yang dirasa cukup oleh Paulus ketika dia dalam kondisi lemah? (ayat 9)
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Apakah arti kelemahan atau duri dalam daging yang Paulus katakan? Bagaimana dengan diri Anda saat ini? Pernahkah Anda mengalami situasi sulit dan jalan buntu sehingga terdesak pada situasi sebagai orang yang lemah?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Catatlah hal apa saja yag menjadi kelemahan Anda secara karakter atau fisik? Berdoa dan berharaplah sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan yang menyertai Anda untuk melewati masa kesukaran sampai pada waktu Tuhan dimana Anda mengalami kemenangan daripadanya.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Terus bersaksi akan kuasa kasih karuniaNya melalui teladan hidup.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

