15 Mei 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Efesus 2: 8-9
A. PENGANTAR
“Sebab karena kasih karunia (grace) kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Efesus 2: 8) dan “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya (mercy) yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (1 Petrus 1:3),
Belas kasihan (mercy) , yang disebut juga rahmat yang merupaka tindakan Allah berdasarkan kasih, yang tidak memberikan kepada kita apa yang sepatutnya kita terima, yaitu penghakiman dan penghukuman untuk selama-lamanya. Dan Grace, disebut juga kasih karunia (anugerah) adalah pemberian Allah yang _tidak selayaknya diberikan kepada manusia, karena kita tidak pantas untuk menerimanya.

B.PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Untuk memudahkan perbedaan keduanya, maka saya mengilustrasikan demikian, “Jika seseorang pembunuh membunuh anak laki-laki Anda dan dihukum mati, dan Anda membiarkan hukuman mati Berlaku, itu disebut dengan keadilan _(justice). Jika Anda kemudian menyatakan bahwa si pembunuh jangan dihukum mati, itulah disebut belas kasihan atau rahmat (mercy). Jadi si pembunuh tidak menerima apa yang seharusnya dia terima karena kejahatannya. Namun, jika Anda membawa si pembunuh anak Anda itu ke rumah Anda dan mengadopsinya sebagai anak Anda, dan memberi dia seluruh kasih dan hak-hak istimewa serta warisan yang akan Anda berikan kepada Anak Anda, itu kasih karunia atau anugerah (grace).
C. MERENUNGKAN (M2)
Dua kata yang luar biasa antara mercy dan grace, yang tentunya didasarkan dari kasih yang besar (love) atau father’s love (Yoh 3:16). Tetapi sayang disayang, banyak orang Kristen ketika menerima kasih karunia terbesar ini justru menganggapnya biasa saja malahan tidak menghargainya, menganggap remeh, Mengapa? Yang pertama karena kita merasa bahwa memang itu bagian hidup kita. (sama seperti udara yang kita hirup, dalam keseharian kita tidak menghargai dan menyadarinya bahwa udara penting, mungkin 5 menit saja kita hidup tanpa udara, kita akan tersedak dan RIP. Karena mungkin merasa sudah mendapatkan dengan free (gratis) dan kemudian kita hidup seenaknya. Seharusnya kita menghargai kasih karunia itu dengan hidup dalam ketaatan dalam Kristus. Bukan justru jadi sebebas-bebasnya atau seenak-enaknya, merasa sudah menerima keselamatan dan selesai. Kasih karunia kemudian kita jadikan semacam surat izin melakukan- (SIM) dosa. Hidup seenaknya dan merasa bahwa sudah mengalami “pembenaran” oleh kasih karunia seumur hidup. _(once saved always saved)
Filipi 2:12-15 Paulus menasehatkan justru kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, agar hidup tiada beraib dan bernoda serta bercahaya seperti bintang
D. MELAKUKAN (M3)
Mulailah kita menghargai “mercy and grace” dengan hidup penuh ketaatan dalam kebenaran, kemudian mengerjakan keselamatan yang diberikan Allah dengan menjaga kekudusan dan hidup dalam perkenanan Allah. Hidup dalam 4 pilar kekristenan yaitu kehidupan doa dan firman, kehidupan persekutuan dengan saudara seiman dan menyampaikan berita injil kabar baik.

MEMBAGIKAN (M4)
“Ceritakan kepada banyak orang dan saudara, agar kita dapat hidup dalam kasih karunia (mercy and grace), menghargai kasih karunia itu dengan ketaatan yang penuh pada kebenaran (truth)”
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

