MINGGU-BERTARUH SETIAP SAAT DEMI INJIL SEJATI

16 Juli 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: I Korintus 7:17-24

A. PENGANTAR

Di dalam nats Bacaan Alkitab di atas, Rasul Paulus menuliskan tentang prinsip hidup baru atau “dalam keadaan pawa waktu dipanggil Allah”. Prinsip ini menjadi tolak ukur yang menuntun dan menjagai orang-orang di Korintus agar tetap mentaati hukum Allah.
Di dalam penerapan Injil Kristus di dalam kehidupan sehari-hari, orang Kristen sebagai penganut dan pelaku dari Injil Kristus, seyogyanya semakin berpegang kuat pada prinsip kebenaran. Karena prinsip Alkitab sebagai kebenaran berperan seperti pagar pembatas tentang norma kehidupan, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dikerjakan atau dibiasakan.

Paulus menegaskan prinsip harus di atas hal-hal yang bukan prinsip. Perhatikanlah ayat berikut :
Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (I Kor 7:18-19)

Bersunat atau tidak bersunat bukanlah satu keharusan atau dinilai bukan sebagai hukum di hadapan kebenaran firman Tuhan. Sebab ada standar yang lebih tinggi yakni Hukum-hukum Allah. Tegas sekali apa yang disampaikan oleh Paulus bahwasannya ada ajakan kepada orang-orang di Korintus untuk tidak terjebak dan tertipu dengan memutar balikkan hal yang prinsip dijadikan tidak prinsip atau tidak harus, dan hal yang tidak prinsip menjadi prinsip atau keharusan. Sebagai contoh tentang bersunat. Kebiasaan ini bukan keharusan, tetapi pilihan. Yang menjadi prinsip atau keharusan adalah mentaati Hukum-hukum Allah.
Kalau pun kita pernah atau sedang berada di dalam satu ikatan kebiasaan yang tidak prinsip, dan jika ada kesempatan untuk dibebaskan karena iman kepada Injil Kristus, ambillah kesempatan untuk dibebaskan. Misalkan jika pada saat pertobatan atau lahir baru, Anda terikat dengan adat-istiadat di dalam peran atau posisi di dalam silsilah keluarga Anda, dimana ini menjadi tradisi yang kurang selaras dengan firman Tuhan, maka izinkanlah Injil Kristus membebaskan Anda (I Kor 7:21-22).

Teruslah berjuang di tengah sistem tatanan kehidupan masyarakat di Indonesia yang sarat dengan atura-aturan yang tidak selalu sesuai dengan firman Tuhan. Apakah yang menjadi pegangan tatkala kita berjuang? Pegang dan jalankanlah Injil Kristus sebagai gaya hidup.

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: I Korintus 7:17-24

  1. Selanjutnya hendaklah ….. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.(ayat 17)
  2. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati …. (ayat 19)

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Apakah arti ‘Bersunat atau tidak bersunat adalah tidak penting. Yang penting mentaati hukum-hukum Allah.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Pahami dengan seksama dan latihlah diri Anda untuk mentaati dengan setia semua hukum-hukum Allah yakni semua prinsip dan ketetapan Allah di dalam firmanNya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bagikan cerita Injil Kristus di dalam diri Anda kepada lingkungan sosial Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47