12 Oktober 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 15:10-13
A. PENGANTAR
Salah satu pembeda antara kaish sejati yakni kasih Kristus dengan kasih semu (dengan bersyarat) adalah bahwa kasih Kristus dari Bapa diajarkan kepada umat Tuhan sebagai satu perintah, bukan ajakan. Kenapa? Karena Teladan Kristus menjadi ukuran kash dimana Dia melakukan kasih Bapa karena Bapa Surgawi yang memerintahkan. Perintah adalah ketetapan Allah yang bersifat kekal dan berlaku untuk para pengikutNya.
Ketika anak-anak Tuhan hidup bersekutu, maka sebenarnya secara wajar, kasih Kristus akan mengalir ibarat air yang memberikan kesejukan dan kedamaian diantara sesama anak Tuhan. Namun aliran kasih tidak jarang dihentikan oleh karena kurangnya pemahaman dan komitmen untuk saling mengasihi. Kenapa demikian? Secara umum dosa seringkali menjadi penyebabnya. Itu sebabnya, ketika konflik masih tersisa di dalam hati, maka hati akan menjadi tawar. Ketika hati menjadi tawar dan dingin maka, anak-anak menjadi tak berdaya membangun relasi sosial berdasarkan kasih Kristus. Oleh karena itu adalah menjadi sangat penting untuk selalu menjaga hati agar tetap murni dan tulus di dalam kehidupan persekutuan anak-anak Tuhan. Jika tidak demikian maka kasih akan menjadi pilihan , bukan satu perintah.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: Yohanes 15:10-13
- Apakah perintah Yesus? (ayat 12)
- ”Tidak ada kasih yang lebih….” (Ayat 13)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Renungkanlah Yohanes 15:10-11, untuk apakah kasih Allah diajarkan kepada anak-anak Tuhan?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Wujudkan kasih Kristus dari kebenaran Allah dan lakukan dengan motivasi untuk memuliakan Tuhan kepada seiapa saja yang Anda temui.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)
- Teruslah berbagi kasih Kristus
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

