SENIN – SAHABAT MENARUH KASIH

16 Oktober 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Amsal 17:17

A. PENGANTAR

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri saja. Kita hidup saling bergantung satu sama lain, karena itu manusia membangun relasi persahabatan dengan sesamanya. Semua orang mendambakan sahabat yang mampu hadir sebagai sahabat yang sejati dan setia. Penulis amsal mengatakan pada ayat 17 “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu…”
Persahabatan sejati tidak didasarkan pada syarat-syarat tertentu dan waktu tertentu. Sahabat yang baik akan memberikan waktu dan kepeduliannya kepada sahabatnya pada saat ia membutuhkannya, termasuk pada masa-masa kesukaran (sulit), kemalangan atau kesengsaraan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: Amsal 17:17
Apakah dasar utama persahabatan dari ayat Amsal ini? …………(baca kembali Amsal 17:17)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Penulis amsal mengamati bahwa seorang sahabat yang benar merupakan sahabat sejati yang menaruh kasih setiap waktu (artinya menaruh kasih dalam setiap waktu, dalam segala keadaan atau kondisi, apakah kita sedang baik-baik saja atau mungkin dalam keadaan yang buruk sekalipun (salah pengertian atau disalah mengerti oleh sabahat), setiap waktu artinya juga berlaku dalam segala hal dengan tanpa syarat “jika ini maka itu”
Menaruh kasih setiap waktu berarti menjadikan kasih sebagai landasan utama hubungan persahabatan dan mewujudkan kasih itu dalam tindakan yang nyata. Seorang sahabat sejati pun dapat menjadi saudara bahkan melebihi dari saudara kandung.
Persahabatan bukanlah proyek atau sebuah program (yang bersifat memiliki durasi waktu) yang berusaha kita bereskan atau jalankan. Persahabatan berarti menyatakan kasih Allah bagi satu sama lain dalam setiap waktu, serta saling memberi dorongan untuk bertumbuh dalam anugerah kasih karunia dan pengenalan akan Yesus Kristus. Persahabatan adalah sebuah kehidupan kekristenan yang hakiki.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Persahabatan juga bukan wacana atau “hanya dipikirkan saja”, tetapi kasih persahabatan itu harus diwujudkan, bukan hanya direncanakan. “Bagaimana caranya? Ya pokoknya jangan banyak berteori, langsung saja dipraktekkan tidak harus menunggu, Misalnya pada saat ibadah minggu, ada saudara seiman yang tidak terlalu kita kenal duduk tidak jauh dari tempat duduk kita. maka yang harus kita lakukan adalah bangkit dari tempat duduk, segera berkenalan atau menyapa secara langsung, ngobrol tentang hal-hal yang ringan dan tunjukan kasih kepedulian yang hangat dalam bentuk perhatian. Mudah kan??
Kasih yang dipraktekkan akan membawa suasana (vibes) kekekuargaan yang hangat terjadi di jemaat kita.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ada 4 langkah untuk kita praktek kasih persahabatan, yang pertama berkenalan dalam kasih, kedua, tunjukkan kepedulian kasih, Ketiga, lanjut praktekkan kepedulian itu dalam doa dan keempat praktekkan dalam perbuatan baik bagi sesama. Yuk mari kita semua hidup dalam persahabatan sejati.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4