18 Oktober 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Mazmur 1:1
A. PENGANTAR
“Apakah Anda lebih suka memiliki ratusan “teman” yang tahu Anda, tapi tidak benar-benar mengenal Anda. Yang menyebut Anda teman, tapi hanya saat senang saja?” Atau, “Apakah Anda lebih suka memiliki satu teman sejati yang selalu ada di sisi Anda?” Raja Salomo dalam kitab Amsal mengatakan hal ini: _”Ada “teman” yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara.” Amsal 18:24 TB
Beberapa teman datang dalam hidup kita karena dekat: karena bekerja di bisnis yang sama atau kantor kerja yang sama atau lingkungan yang sama, antar anak-anak pergi ke sekolah yang sama, atau karena sering mengunjungi tempat yang sama. Ya, memang ada beberapa kelompok pertemanan (circle) kita, yang dibedakan oleh kualitas pertemanan. Pertama, pertemanan diluar pagar (teman hanya sekedar lewat dan “say hi” atau pertemanan luar pagar), kedua pertemanan dengan orang yang sekedar tahu (pertemanan diteras atau halaman), ketiga pertemanan dengan orang yang kita kenal (pertemanan di ruang tamu), keempat pertemanan dengan teman baik (pertemanan diruang makan) dan kelima, yaitu pertemanan yang sejati atau pertemanan diruang kamar/private. Ya memang tidak semua orang akan menjadi teman yang baik dan sejati, ada banyak orang menjadi teman karena hanya karena kita mengetahui nama mereka dan saling mengikuti di media social atau komunitas hobi, itu bukan berarti teman sejati. Ingatlah hati-hati dalam menentukan teman, tidak semua harus kita ikuti atau kita investasikan waktu, dan hidup kita. karena tidak semua mereka akan membawa kita pada kebaikan, justru banyak dari mereka membawa kita ke dalam kecelakaan. Firman Tuhan katakan, “pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik” Artinya kita perlu hati-hati dalam memilih teman, jangan sampai kita masuk ke dalam kelompok orang fasik atau kelompok pencemooh (Mazmur 1:1)
Teman sejati adalah teman yang membawa kita semakin serupa pada Kristus serta mengembangkan seluruh potensi yang Yesus berikan kepada kita.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: Amsal 18:24, Mazmur 1;1, Yoh 15:13
Belajar dari teladan Yesus, ada ciri-ciri tertentu yang menggambarkan sahabat sejati, sahabat sejati adalah teman yang pada akhirnya akan mengarahkan kita kembali ke Sang juru Selamat (Yesus Kristus). Yang mau bergumul bersama kita melalui berbagai pertanyaan dan keraguan kita, tanpa menghakimi atau menyalahkan. Yang akan mengatakan kebenaran dalam kasih, meskipun itu sulit. Yang mau melalui jalan-jalan yang sulit/berat bersama kita dan mau mengampuni kita dalam kesalahan. Kualitas inilah yang Tuhan ajarkan dalam Yohanes 15:13 Yesus berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Yoh 15:13 Yesus meneladani hal ini dengan memberikan nyawa-Nya bagi kita. Persahabatan mungkin juga tidak sampai harus mengorbankan kehidupan diri kita dikayu salib, tapi pertanyaannya, apakah kita rela melayani orang yang kita kasihi (sahabat kita) dengan sepenuh hati bahkab kehilangan atau mengalami kerugian? Apakah kita bersedia mengutamakan Tuhan, diatas prioritas kita secara pribadi?
Semua pertanyaan ini adalah pedoman yang baik saat kita mencari arti persahabatan yang sejati.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Namun sebelum kita mencari teman dengan ciri-ciri tersebut, pastikan dulu agar kita bercermin. Jika kita ingin memiliki sahabat seperti ini, kita harus menjadi teman yang menghidupi karakteristik tersebut dengan integritas dan kasih karunia. Jadilah teman sejati seperti yang kita inginkan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikan prinsip tentang persahabatan sejati ini dan jangan lupa juga kesaksian di kelompok sel tentang indahnya pengalaman tentang persahabatan sejati diantara Saudara seiman.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

