KAMIS – DAUD DAN YONATAN KISAH PERSAHABATAN NYATA

19 Oktober 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Samuel 18:1-4

A. PENGANTAR

Tidak ada seorang pun yang bisa menjalani hidup sendirian, melainkan harus selalu membutuhkan orang lain, terlebih yang bisa menjadi tempat berbagi suka dan duka. Orang yang bisa berbagi rasa di segala situasi bukan teman biasa, melainkan sahabat sejati. Semua orang mengakui bahwa untuk memiliki banyak teman bukan perkara sulit, melainkan untuk memiliki seorang sahabat sejati tidak semudah membalikan telapak tangan. Hal ini juga pernah dikatakan Aristoteles, “Menjadi seorang teman adalah pekerjaan mudah, tapi persahabatan adalah buah yang lama berbuah.”
Kehadiran seorang sahabat dalam hidup laksana lilin kecil di tengah kedelapan. Ibarat mercusuar di lautan lepas, bersyukurlah bila di zaman yang gersang kasih seperti ini kita masih memiliki seorang sahabat!
Hubungan antara Yonatan dan Daud adalah contoh ideal persahabatan sejati antara dua orang yang saling mengasihi satu sama lain.
“…berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.” (1Samuel 18:1).
Bukti dari persahabatan keduanya adalah, bagaimana Yonatan mau mengikat sebuah perjanjian (commitment) dengan Daud untuk mengasihi Daud seperti dirinya sendiri, bahkan ia rela menanggalkan jubah (yang merupakan symbol status atau kedudukan sebagai seorang pangeran atau anak raja, yang akan menggantikan ayah Saul, suatu hari kelak). Serta memberikan sesuatu yang mahal dan sesuatu yang berharga nya seperti baju perang, pedang, anak panahnya dan ikat pinggang kepada Daud, ini berarti Yonatan rela kehilangan segala yang berharga demi sahabatnya dan mendukung apapun yang dikerjakan oleh sahabatnya. Sebuah pemberian yang total.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: 1 Samuel 18:1-4 dan 1 Samuel 20:14-18
Bukti kasih dan kesetiaan Yonatan terhadap Daud adalah ketika Raja Saul (ayah Yonatan) mencoba untuk menghilangkan nyawa Daud. Ia tetap berpihak kepada yang benar, yaitu mengasihi Daud. Meskipun tindakannya ini mengandung risiko harus kehilangan hak atas tahtanya yang semestinya menjadi haknnya kelak. Bagi Yonatan berkorban bagi sahabat lebih dari segalanya. Bahkan ia rela kehilangan apa yang ia miliki demi sahabatnya

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Inilah ciri utama seorang sahabat sejati yaitu rela berkorban. Persahabatan dan kesetiaan Yonatan kepada Daud justru menunjang dan memberi peluang bagi Daud untuk memperoleh tahta kerajaan yang seharusnya jatuh kepada Yonatan.
Kasih persahabatan sejati seperti Yonatan ini sulit ditemui pada masa sekarang. Yang ada adalah kasih yang disertai tendensi dan penghianatan demi kepentingan diri sendiri. Ada juga saudara kandung yang saling berkhianat oleh karena memperebutkan harta atau warisan.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Kesetiaan tanpa batas. Persahabatan sejati tidak akan putus kecuali oleh kematian. Bahkan setelah kematian pun kesetiaan ini tetap hidup di dalam keturunan yang berikutnya. Inilah sifat abadi dari persahabatan. _“Jika aku masih hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia TUHAN? Tetapi jika aku sudah mati, janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya. Dan apabila TUHAN melenyapkan setiap orang dari musuh Daud dari muka bumi, janganlah nama Yonatan terhapus dari keturunan Daud, melainkan kiranya TUHAN menuntut balas dari pada musuh-musuh Daud.” Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri. (1 Sam 20:14-18)

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Persahabatan Daud dan Yonatan menjadi inspirasi bagi kita dalam kehidupan orang percaya. Dan jadikan ini sebagai nilai (value) di dalam kehidupan komunitas kita dalam keluarga Allah.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4