JUMAT – ANAK MANTU DAN MERTUA

20 Oktober 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Rut 1:1-22

A. PENGANTAR

Ada kalanya, peristiwa kehilangan dalam hidup dapat menjadi peluang kita untuk menemukan harta karun baru, yaitu sahabat. Ia ada di dekat kita dan tetap setia mendampingi saat kita tidak lagi punya apa-apa.
Akibat bencana kelaparan, Naomi sekeluarga mengungsi dari Betlehem ke wilayah Moab. Di sana, kehidupan mereka tidak membaik. Suami Naomi meninggal, dan disusul kemudian, kedua putranya. Naomi lalu memutuskan pulang ke Betlehem karena bencana kelaparan telah usai. Ia mempersilakan kedua menantunya, Orpa dan Rut, untuk pergi dan melanjutkan hidup mereka masing-masing. Orpa memilih pergi, sedangkan Rut berkeras mengikuti Naomi.
Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” – Rut 1:16

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Persahabatan Sejati Dimulai dengan Kerelaan Hati
Sahabat sejati tidak meninggalkan kita saat kita sedang jatuh. Ia mengajak kita menyongsong bersama hal-hal yang masih jauh di masa depan. Adalah keputusan Rut sendiri untuk tetap bersahabat dengan Naomi. Ia sudah mengalami masa-masa sulit bersama Naomi, dan akan bersamanya menghadapi masa depan yang belum pasti. Meski Naomi menawarkan ia kebebasan (fee will), Rut memilih bagian yang lebih indah, yaitu tetap menjalin persahabatan dengan mertuanya.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Persahabatan Sejati Berbuah Indah
Kesetiaan Rut pada Naomi dibuktikan dengan bagaimana ia memercayai dan mematuhi bimbingan mertuanya itu. Di kemudian hari, Naomi membantu merancangkan waktu dan tempat yang tepat bagi Rut untuk bertemu Boas, penebus mereka (Rut 3:1-4). Kesetiaan Rut membawanya menjadi istri Boas. Mereka kemudian dikaruniai seorang putra bernama Obed, yang kelak menjadi kakek Daud, bagian dari silsilah Yesus.
Persahabatan Rut dan Naomi yang didasarkan rasa percaya, komitmen, kesetian dan kerelaan hati memperoleh upah yang manis, yaitu Tuhan mengembalikan apa yang hilang dari kehidupan Rut sebelumnya bahkan ia menjadi bagian dari sebuah rencana besar tentang kelahiran sang Penebus Yesus Kristus,

B.3. MELAKUKAN (M3)

Refleksi kisah Rut dan Naomi, Dalam menepati janji, tentu kita membutuhkan komitmen yang kokoh terhadap janji tersebut. Sekedar janji saja tidak cukup. Tanpa komitmen, maka kita akan abai dan lalai terhadap janji-janji yang sudah kita buat. Komitmen membuat setiap kita/orang mampu berdiri teguh terhadap janji dan tujuannnya bahkan ketika harus diperhadapkan pada tantangan-tantangan. Selamat mempersiapkan diri dan berlatih menjadi pribadi-pribadi yang berkomitmen khusus berkomitmen pada sahabat di dalam komunitas.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Gunakanlah kisah ini untuk mengajarkan banyak orang tentang kesetiaan dan komitmen. Kesetiaan adalah hal penting untuk bisa memperkuat hubungan persahabatan dan kekeluargaan dengan orang-orang terdekat atau teman.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4