29 Oktober 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Nehemia 4:6
A. PENGANTAR
Kita tahu bahwa dalam kehidupan ini, kita selalu dan pasti membutuhkan orang lain. Didalam keluarga, kita membutuhkan pasangan kita. Didalam pelayanan, kita membutuhkan rekan sesama pelayan. Didalam pekerjaan kita membutuhkan tim. Hampir dalam segala hal kita membutuhkan orang lain. Bahkan agar kita bisa mewujudkan apa yang menjadi mimpi/cita-cita/visi kita pun kita pasti membutuhkan orang lain. Tidak bisa tidak.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Nehemia 4:6 “Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.”
1 Korintus 3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
2 Timotius 4:11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.
2 Timotis 4:20 Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Kemarin kita belajar dari kisah hidup Yusuf bahwa yang bisa membuat mimpi kita berhasil/terwujud adalah kita harus hidup dalam takut akan Allah. Itu mutlak. Dan jika kita belajar dari Nehemia bagaimana dia bisa mewujudkan visinya dalam membangun kembali tembok Yerusalem adalah bahwa dia juga hidup dalam takut akan Allah (Nehemia 5:15). Namun selain itu, jika kita pelajari lagi dari Nehemia dan Yusuf, dalam keberhasilan mereka mewujudkan mimpi mereka adalah karena ada “peran” orang-orang disekeliling mereka. Dalam kasus Nehemia Raja Artahsasta mengijinkan Nehemia cuti dari pekerjaannya sebagai juru minum raja untuk bisa pulang ke Yerusalem dan membangun tembok. Bahkan membekali Nehemia dengan segala yang dibutuhkan. Juga para pemimpin Israel yang tersisa, termasuk imam-imam, dan rakyat bersama-sama membangun tembok itu Sedangkan dalam kasus Yusuf, juru minum raja berperan mengenalkan Yusuf kepada Firaun walaupun sebelumnya dia sempat melupakan Yusuf. Paulus dalam pelayanannya pun juga mengakui dibantu oleh orang percaya lainnya, ada Apolos, Timotius, Markus, Lukas, Erastus, Trofimus, dll. oleh orang-orang percaya lainnya ataupun muridnya.
Demikian juga kita, pasti kita akan membutuhkan peran/bantuan dari orang lain dalam mewujudkan mimpi/visi yang Tuhan taruhkan untuk kita. Bahkan orang-orang yang sepertinya mungkin perannya negatif, itu bisa mendatangkan kebaikan bagi kita. Disinilah dibutuhkan juga kemampuan kita untuk bekerjasama dengan orang lain. Banyak orang yang memiliki skill/kemampuan tinggi, tapi ketika harus bekerjama dengan orang lain dia tidak bisa. Ini yang membuat mimpi itu tidak bisa kemana-mana, mungkin sedikit terwujud tapi tidak bisa maksimal. Bahkan orang-orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, juga berpotensi membuat perpecahan. Ada ungkapan yang terkenal mengatakan “jika kita ingin berjalan cepat, lakukan lah sendiri. Tapi jika kita ingin berjalan jauh lakukanlah bersama-sama”.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Penting untuk kita memahami bahwa kita pasti membutuhkan orang lain untuk mewujudkan setiap mimpi/cita-cita/visi yang Tuhan sudah taruhkan. Jadi yang harus kita lakukan adalah : pertama, jangan malu untuk meminta bantuan, meminta dukungan, meminta diajari oleh orang lain. Kedua, jangan “baperan” jika sepertinya ada orang yang menentang/menghambat tujuan kita. Tetap kita harus berpikir positif, bahwa itu semua membuat kita semakin kuat dan membawa kita terus maju.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Mari saling meneguhkan saudara seimanmu dengan membagikan kebenaran yang engkau dapatkan..
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

