02 Oktober 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Efesus 4:26-27 TB
26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4:26-27 TB)
Setiap orang pasti pernah merasa frustrasi atau marah terhadap keadaan atau orang lain, bisa karena hal yang orang lain katakan atau lakukan seperti memotong jalan, meremehkan atau dikhianati. Kemarahan bisa tersulut karena berbagai alasan, dan jika tidak diungkapkan dengan baik, maka suatu kemarahan akan bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita,
…, dan dari ayat firman Tuhan hari ini kita belajar tentang 2 jenis kemarahan, yakni:

- Kemarahan yang benar, yang tidak berbuat dosa, adalah hal yang pantas boleh dilakukan, tetapi haruslah dengan cara yang benar supaya Iblis tidak mengambil kesempatan untuk membuat kacau dan membuat kalah umat Tuhan, yakni segala kemarahan yang seperti cara-cara kemarahan orang berdosa yang berasal dari tabiat yang buruk, emosian, suka marah-marah, mudah terprovokasi, marah berlebihan atau marah yang tidak terkendali, yang berasal dari sifat manusia lama kita.
- Kemarahan yang berdosa, “janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu; satu kemarahan yang disimpan di dalam hati, nggak mau mengampuni, tidak mau melepas. Malah dipupuk, dipelihara di hati sampai akhirnya menjadi kemarahan yang menetap dalam bentuk kebencian, kepahitan, dan rasa dendam kepada orang yang telah menyakiti hatinya.
Dan pada ayat 27 Rasul Paulus mengingatkan agar jangan memberi kesempatan kepada Iblis, yang mengingatkan kita agar tidak memberi kesempatan kepada Iblis untuk membuat keadaan yang sudah buruk menjadi semakin buruk, dan terlepas dari segala bentuk kebencian, kepahitan, kedendaman, kegeraman, pertikaian serta fitnah dalam segala jenis hal-hal yang jahat lainnya, serta menganjurkan supaya ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (ayat 31-32)

Dari renungan firman Tuhan hari ini, komitmen apakah yang akan saudara lakukan secara pribadi, keluarga dan komunitas bersama-sama agar semakin bertumbuh dan menghasilkan buah Roh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, dan semakin berkemenangan terhadap segala bentuk kemarahan yang berdosa?
Ceritakanlah pengalaman saudara saat dalam komsel/PA saling berbagi dan saling menolong agar semakin dapat menguasai diri dan sama-sama berkemenangan terhadap kemarahan yang berdosa.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

