JUMAT – BERGOSIP

17 November 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yakobus 1:22-27

Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. (Yakobus 1:26)

“Namaku Gosip. Aku tak peduli pada keadilan. Aku melumpuhkan, membuat sakit hati, dan menghancurkan hidup. Aku ini cerdik dan jahat. Semakin sering aku dibicarakan, semakin kuat orang memercayaiku. Korbanku tak berdaya. Mereka tak dapat membela diri karena aku tak bernama dan tak berwajah. Aku ini sulit dilawan. Sekali aku mencemarkan nama seseorang, reputasinya takkan sama lagi. Aku menumbangkan pemerintahan dan merusakkan banyak pernikahan. Aku menghancurkan karier orang. Aku membuat orang menderita insomnia, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Aku membuat orang yang tak bersalah menangis di malam hari.”

Puisi anonim di atas menggambarkan dengan jelas begitu kejamnya sebuah gossip. Dampaknya menghancurkan dan nyaris tak dapat diperbaiki. Itu sebabnya firman Tuhan meminta kita, umatNya, untuk memutuskan setiap rantai gosip. “Bagaimana caranya?” Pertama, sebelum menghakimi orang lain, kita harus berani menyelidiki diri sendiri—apakah hidup kita sudah selaras dengan firman Tuhan (ay. 23). Sudah siapkah kita bila dihakimi demikian? Kedua, saat kita menerima sebuah gosip miring tentang seseorang, kekanglah lidah kita untuk tidak meneruskannya—supaya tidak sia-sia ibadah kita (ay. 26). Ketiga, selalu bicarakan orang lain dengan cara positif, sebagaimana kita ingin orang lain membicarakan kita (Matius 7:12).

Gosip bisa banyak berseliweran di sekitar kita apalagi di social media, dan menghancurkan di sana-sini. Gereja atau pelayanan juga tidak luput, gossip adalah cendawan yang tumbuh subur di musim hujan.
Mari pengikut Kristus, bro dan sis, putuskan setiap rantai gosip yang menghampiri kita!


REFLEKSI :

BIARLAH LIDAH SETIAP ANAK TUHAN HANYA MENYUARAKAN
KESAKSIAN DAN PENGUATAN BAGI SAUDARA SEIMAN*

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4