SABTU – BAPA SEGALA DUSTA??

02 Desember 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan :Yoh 8:44-47

‘44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginanbapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta  8:45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. 8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? 8:47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah;itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.”

Pernahkah saudara berpikir bahwa berdusta adalah dosa yang kecil di banding dengan berzinah, mencuri atau membunuh. Hati-hati jika cara berpikir  dusta dianggap biasa,  maka orang akan menjadi kebal dan kurang peka terhadap teguran Allah. Ingatlah bahwa Tuhan sudah mengingatkat jangan berdusta.  Kalau sudah Tuhan mengingatkan dan dijadikan sebagai hukum, maka ada akibat yang sangat buruk terhadap orang yang berdusta, ada hukuman yang berlaku baginya.

Dalam bacaan kita hari ini dikatakan iblis itu pendusta dan bapa segala dusta, dusta adalah karakter dari iblis, dan baginya tidak terdapat kebenaran.  Sumbernya dusta ya iblis, jadi harus hati-hati agar sifat atau karakter ini tidak masuk dan menguasai kita.  Jelas sekali peringatan dari Tuhan agar kita menolak dan tidak mengijinkan sifat dusta ini kita miliki. Iblis adalah “bapa segala dusta” karena ia adalah pendusta . Ia adalah “bapa” atau sumber segala dusta. 

Hati-hati “dusta atau kebohongan” adalah senjata iblis untuk memisahkan orang percaya dari Tuhan, senjata ini pertama digunakan di Taman Eden kepada Hawa dan Adam, dusta adalah lawan dari kebenaran. Dusta adalah musuh dari kebenaran, dusta akan merusak rencana Tuhan, sehingga dusta ini harus dilawan dengan kebenaran.  Dusta melemahkan iman, menimbulkan keraguan, membuat tidak percaya diri sehingga hidup dengan penuh “topeng“ dan bisa larut hidup dalam kemunafikan atau kepalsuan.   Waspada dusta ibarat benih, kalau sudah tertanam dan menemukan habitatnya akan dengan cepat berkembang-biak dengan sendirinya.  Iblis menggunakan manusia yang keras kepala, tidak mau merendahkan diri, sombong, mengandalkan kekuatan dan  charisma,  sebagaimana yang sudah kita dengar tentang penyebaran iman yang palsu dan menyesatkan banyak orang. sesat. Dengan karakter penuh dusta, Alkitab memberikan nama kepada  Iblis “ penguasa dunia, penggoda, ilah zaman ini, penyesat, pembunuh, pembinasa, penipu, dll, jadi hati-hatilah dengan godaannya.


Dalam Wahyu 21:8 “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”  Dikatakan  bahwa semua pendusta “akan mendapat bagian di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” untuk itu “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil (Markus 1:15 dan percayalah kepada Yesus karena Dialah kebenaran (Yohanes 14:6”).

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4