16 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yakobus 4:2
Cemburu adalah bentuk emosi yang tak terkendalikan dengan baik. Emosi seseorang bisa muncul dikarenakan satu atau beberapa hal di dalam pikiran (otak bagian Bank Memori) yang bermakna tidak baik tentang seseorang atau situasi.
Misalkan seseorang bernama BT, memiliki penilaian yang negatif kepada tetangga rumah tinggal karena satu dan lain hal yang sudah terjadi cukup lama. Pada satu hari musuhnya itu mendapatkan satu barang yang berharga mahal dan hal ini diketahui oleh BT. BT berespon negatif terhadap tetangganya itu dan menjadi timbul pikiran yang negatif sehingga memicu bibit kebencian yang sudah ada menjadi berkembang. Akibatnya membuat BT cemburu atau iri hati melihat tetangganya tersebut.

Emosi yang menumpuk dalam waktu lama akan memicu terekspresinya emosi diri yang rentan pada tindakan diri yang salah. Iri hati adalah wujud pengaruh pikiran negatif yang terlalu lama atau pengalaman buruk yang dialami seseorang.
Bagaimana kita dapat mengendalikan emosi diri dari kecemburuan atau iri hati? Beberapa ayat menjelaskan sebagai berikut ,
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Flp 4:8)

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kol 3:2)
Kendalikanlah pikiran kita maka emosi kita akan dapat dikelola dengan bijaksana. Ketika otak kita diberikan firman Tuhan melalui proses perenungan secara disiplin , maka pesan firman itu akan memupuk karakter kita menjadi dewasa ketika berespon terhadap benih iri hati yang mungkin dapat datang sewaktu-waktu kepada kita.
Teruslah merenungkan firmanNya siang dan malam agar kita beruntung dan berhasil di dalam pembelajaran kasih kepada sesama.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

