KAMIS – DIMANA CEMBURU TERJADI

18 April 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kejadian 30:1;37:11

Kejadian 37:11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya
Kejadian 30:1 Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak  bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku anak ; kalau tidak, aku akan mati.“

Perilaku cemburu tidak terjadi antara orang yang jauh atau yang tidak ada hubungan sama sekali, biasanya tindakan atau sikap ini sering terjadi diantara mereka yang memiliki hubungan yang erat.

Dalam Kejadian 37:11 dijelaskan bahwa sikap cemburu terjadi dalam satu keluarga antara kakak dan adiknya, dan dalam Kejadian 30:1 antara istri Yakub (dalam hal ini Yakub memiliki 2 orang istri dan keduanya kakak beradik). Memang banyak lagi tempat atau komunitas dimana sikap cemburu ini terjadi, bisa disekolah, kampus, dipekerjaan dan bisa juga dalam pelayanan rohani.

Jadi karakter cemburu ini menyasar kita dari berbagai sisi kehidupan dan waktunya bisa terjadi kapan saja.
Berbagia ciri-ciri dari cemburu biasanya akan mudah marah (kadang alasannya tidak jelas), mengamati dengan detail dan selalu melihat hal yang negatif dari orang lain, tidak nyaman, curiga dan bisa menyerang tanpa terkendali dan lain-lain.

Pernahkah kita mengalami rasa cemburu atau iri hati dalam keluarga, tempat pekerjaan, atau sekolah/kampus? Apa penyebabnya? Tentunya setiap kita pernah mengalami hal ini tidak ada yang bisa berkata bahwa kita sudah kebal atau bebas dari rasa cemburu, untuk itu kita harus selalu waspada.

Bagaimana rasanya kalau sikap cemburu ini terjadi? Perhatikanlah apa yang terjadi kepada Yusuf akibat iri hati dari saudara-saudaranya? Saudaranyanya memperlakukannya dengan buruk memasukkannya ke sumur dan menjualnya sebagai budak.

Jadi teruslah bertindak oleh KASIH, agar kita bisa terhindar dari sikap cemburu. Karena sikap ini menyasar kita dimana-mana dan kapan saja dan dimulai dari rumah atau keluarga. Hanya dengan mempraktekan TRUE LOVE kita terhindar dari cemburu. Sekali lagi belajar untuk mempraktekkan Kasih tidak cemburu dimulai dari rumah atau keluarga, “start from home”

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo