19 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 1 Kor 1:10-17
1 Kor 1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
Pada dasarnya manusia itu senang berkelompok atau bisa disebut komunitas. Komunitas ini bisa terjadi oleh berbagai alasan yaitu alasan hobby, asal usul yang sama, pandangan politik, sosial, ideology, ekonomi dll.
Terbentuknya komunitas ini akan terus berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Bisa jadi awal dibuatknya satu komunitas adalah dengan tujuan baik, tetapi tanpa disadari muncul fanatisme yang berlebihan dan membuat jarak atau batas dengan komunitas yang lainnya. Bisa terjadi persaingan, curiga, iri hati, dengki atau rasa cemburu yang tidak sehat antar komunitas atau golongan dan menimbulkan perpecahan atau keributan antar komunitas kalangan masyarakat.

Hal ini pernah terjadi dikalangan umat Tuhan di Korintus “jemaat yang dilayani oleh Paulus”. Paulus berada di Korintus, mengajar dan membangun jemaat selama 18 bulan, dalam waktu tersebut oleh anugerah Tuhan, jemaat Korintus berkembang dan banyak orang yang mengalami perubahan dalam status sosial, keuangan dan kerohanian. Mereka bertumbuh menjadi satu jemaat yang mengalami banyak mujizat dan karunia rohani.
Tetapi dalam perkembangannya jemaat ini terbagi-bagi menjadi beberapa golongan dan mendeklarasikan golongannya sesuai dengan nama pemimpin yang mereka idolakan, misalnya mereka menyebut diri dari golongan Apolos karena Apolos adalah idola atau pemimpin yang disukai.
Fanatisme golongan seperti ini akan berakibat buruk bagi jemaat, membanding-bandingkan pemimpin yang satu dengan yang lainnya akan berakibat buruk bagi pertumbuhan jemaat, bukan bertumbuh tapi perpecahan yang ada. Fanatisme ini akan mengundang rasa cemburu, persaingan dan curiga antar golongan.

Pernahkah fanatisme yang seperti ini terjadi dalam komunitas saudara? Baik di lingkungan kerja, lingkungan tempat tinggal atau di dalam pelayanan? Bagaimana dampak yang dialami?
Perhatikanlah, bisa jadi golongan atau denominasi akan semakin banyak terbentuk, tetapi jumlah orangnya tidak bertambah atau malah berkurang dan kualitas menurun.
Hati-hatilah fanatisme golongan yang menyerukan aku dari golongan tertentu dalam konteks ini akan membawa perpecahan dan menghambat pertumbuhan gereja. Ini hanya bisa kita hindari kalau kita hidup dan terus memprkatekkan TRUE LOVE dengan karakter tidak cemburu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

