20 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Tes 5:18; Mat 25:14-15.
1 Tes 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Mat 25:14-15 (14) “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. (15) Yang seorang diberikannya lima talenta , yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Dalam 1 Tes 5:18, dikatakan mengucap syukurlah, orang percaya diperintahkan untuk mengucapkan syukur. Bersyukur merupakan respon kita untuk berterima kasih dan memuji Tuhan oleh anugerah yang telah Dia berikan kepada kita.

Kita sering kesulitan untuk bersyukur, itulah sebabnya dalam Alkitab banyak sekali kita temukan ayat yang mengajak kita untuk bersyukur. Satu kata yang menjadi lawan kata dari bersyukur adalah “mengeluh”. Kita harus lawan rasa menegluh dengan mengucap syukur.
Dengan bersyukur kepada Tuhan, itulah modal utama untuk menjalani hidup ini dengan iman dan terus mengandalkan KASIH Tuhan yang telah kita alami. Oleh kasihNya kita mengalami keselamatan dan untuk itulah kita terus bersyukur. Sekali lagi jangan mengeluh!!
Hal yang luar biasa dikatakan bahwa kita mengucap syukur itu dalam segala hal bukan untuk bebarapa hal “hal yang baik yang kita alami kita bersyukur, sedangkan untuk hal yang tidak baik kita mengeluh”. Kalau kita benar percaya kepada Tuhan, rencanaNya sempurna dan kejadian yang kita alami ada dalam rencanaNya, Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita. Mengucap syukur adalah sesuatu yang dikehendaki Tuhan, jadi ketika kita mengucap syukur, kita sedang taat melakukan kehendak Tuhan.

Selanjutnya yang kita harus sadari adalah Tuhan berdaulat atas hidup kita, Tuhan mengenal kemampauan dan kesanggupan kita, sehingga Tuhan akan memberikan dan mempercayakan sesuatu kepada kita sesuai dengan kesanggupan kita. Seperti yang dituliskan dalam Mat 25:14-15, Tuhan mengenal hambaNya.
Apa yang kita bisa tarik pelajaran dari perikop ini? Masing-masing kita diberi talenta yang berbeda-beda sesuai dengan kesanggupan kita, tugas kita adalah untuk menerima dan mempergunakan dan memaksimalkan taleta yang kita miliki. Temukanlah talenta yang kamu miliki dan belajarlah untuk mengembangkannya,
Caba direnungkan apakah kita selalu mengucap syukur dalam segala hal dan selalu mengakui kedaulatan Tuhan? Senangkanlah Tuhan dengan mengucap syukur kepadaNya dan terimalah dan hiduplah dalam kedaulatanNya.Dia Tuhan yang berdaulat atas kehidupan kita, untuk itu mengucap syukurlah dalam segala hal. Untuk kita tidak cemburu kita harus terus menudap syuku dan menerima kedaulatan Tuhan
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

