04 Mei 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Maz 49:7
Mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka? (Maz 49:7)
Satu prinsip pengandalan akan Tuhan adalah melepaskan ketergantungan diri kepada yang mamon. Kata mamon dari Kamus Gering adalah kekayaan yang berasal dari bahasa Kasdim, yang berarti rumah harta benda, kekayaan, sehingga kata tersebut dipakai juga untuk mempribadikan kekayaan, sebagaimana tersebut dalam TB Mat 6:24; Luk 16:9.
Di ayat lain Tuhan Yesus mengajarkan bahwa manusia tidak dapat mengabdi pada dua tuan.
Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Luk 16:13).

Tuhan Yesus menekankan bahwa manusia harus memilih, apakah mau mengikuti Tuhan atau mamon, dimana keduanya memiliki konsekuensi. Sesungguhnya ada desakan tersirat di dalam ayat di atas, yakni seyogyanya manusia memilih Allah. Namun pernyataan ini disampaikan oleh Tuhan Yesus karena salah satu kelemahan manusia adalah terjebak dan terikat pada mamon.
Harta kekayaan adalah kebutuhan setiap orang untuk mendukung kehidupan manusia. Tentu hal ini tidak menjadi masalah. Uang dan bentuk kekayaan lain,seperti tabungan beruapa uang atau benda tidak bergerak adalah asset yang bernilai. Akan menjadi dosa jikal asset menjadi tujuan agar menjadi kaya.
Ketika perjalanan menuju menjadi manusia kaya menjadi tujuan utama, maka manusia membawa dirinya pada resiko jatuh ke dalam pencobaan. Di sisi lain tentu bisa juga manusia berhasil mencapai nilai kekayaan tertentu. Kedua kondisi akan dapat menjadi kemegahan bagi dirinya sendiri dan bersifat kemegahan semu di mata Tuhan.

Dewasa ini ada bentuk pemegahan diri dengan harta benda yakni flexing atau pemer kekayaan di jagat dunia maya. Memiliki dampak pada pembentukan harga diri berdasarkan nilai kekayaan atau meteril di hadapan publik. Sikap dan perilaku ini adalah memegahkan diri yang menjauhkan dirinya dari pada konsep memegahkan diri di hadapan Tuhan dan karena memahami Tuhan (Yer 9:24).
Ciptakanlah sistem kepercayaan hanya berdasarkankan pada Yesus Kristus sebagai sumber hidup berkelimpahan (Yoh 10:10). Sistem ini akan mengatur pola berpikir dan pola bertindak kita sampai pada pembangunan kebiasaan hidup di dalam kehidupan yang sarat akan kemegahan terhadap Tuhan Yesus Kristus.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

