11 Juni 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Korintus 13:4-6, Filipi 4:8
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.” 1 Korintus 13: 4-6
Ayat di atas menyatakan bahwa orang yang mempunyai kasih yang datang dari Tuhan adalah orang yang tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Dengan demikian, sebagai umat Tuhan kita tidak cukup untuk bersifat pasif dalam menghadapi ketidakadilan, tetapi sebaliknya harus mau berjuang untuk menegakkan kebenaran.

Banyak orang Kristen yang merasa bahwa mereka tidak mempunyai kesempatan untuk bekerja atau menegakkan kebenaran hukum dan sosial. Terutama di negara dimana penguasa setempat dan aturannya tidak mendukung kebebasan rakyat untuk menyatakan pendapatnya. Dalam keadaan sedemikian, orang Kristen menjadi kurang mau membuka suara dan lambat laun kehilangan kepekaan akan apa yang adil dan apa yang tidak adil menurut firman Tuhan. Mereka dengan demikian tidak dapat menyatakan kasih dengan sepenuhnya kepada orang lain, dan karena itu lambat laun mereka menjadi kebal atas ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat.

Pagi hari ini firman Tuhan berkata bahwa kasih dan keadilan tidaklah dapat dipisahkan. Dimana pun kita berada kita tidak boleh berhenti memikirkan apa yang baik dan apa yang tidak baik menurut firman Tuhan. Kita juga harus bisa dan mau mendiskusikan masalah ketidakadilan yang terjadi di lingkungan kita, baik yang terjadi di rumah, di kantor, di sekolah , di gereja dan juga dalam pemerintahan dan bahkan seisi dunia. Selain itu, kita harus rajin mempelajari firman Tuhan dan mau mendengarkan suara Roh Kudus untuk menegakkan kebenaran Tuhan di setiap saat, Dimana pun kita berasa.
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4: 8.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

