SENIN – KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU

17 Juni 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : I Korintus 13:7

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (I Kor 13:7)

Kasih adalah Allah (I Yoh 4:16). Ini adalah prinsip kasih. Oleh karena itu, kasih itu bukan perasaan atau ungkapan emosi yang penuh keprihatinan kepada orang lain. Lebih dari itu, Kasih adalah kebenaran Allah yang proaktif dari orang Krsten untuk menyatakan kebenaranNya di dalam setiap situasi dan kondisi.

Sama seperti ungkapan kasih Allah kepada dunia seperti yang tersurat dalam Yohanes 3:16, tujuan kasih Allah adalah agar setiap orang tidak binasa atau hancur lebur karena dosa yang mengikat manusia. Kasih itu akan bekerja untuk mengampuni, melindungi dan mendidik agar setiap orang yang mempercayai Tuhan tidak berada dalam situasi keberdosaan atau potensi berbuat dosa yang sangat besar dan mengikat. Arti ‘kasih yang menutupi segala sesuatu’ adalah tindakan dari orang Kristen yang menjalankan kebenaran kasih (I Yoh 4:16), untuk mengampuni setiap orang bersalah.

Ketika seseorang diampuni kesalahannya maka, orang tersebut telah ditolong agar tidak terjerumus dalam rasa bersalah yang besar dan dapat bermuara pada tindakan dosa selanjutnya. Ketika seseorang Kristiani mengampuni orang lain, maka orang tersebut sedang menutupi atau melindungi orang yang bersalah tersebut dari ancaman-ancaman pengaruh iblis. Juga dalam hal mendidik, dimana ketika kita mengetahui saudara seiman terikat dengan kebiasaan diri yang tidak rohani, maka kasih itu akan mengarahkan diri kepada prinsip kebenaran sebagai batasan kehidupaan rohani dan kehidupan duniawi. Misalkaan, jika seseorang terbiasa makan makanan dengan jumlah besar sebagai gaya hidup, maka kebenaran sebagai kasih Allah, akan bekerja mendidik orang tersebut agar memelihara tubuhnya sebagai bait Allah agar tetap sehat (Roma 12: 1).

,Jadi, kasih Allah sebagai protektor bagi anak-anak Tuhan agar selalu hidup di dalam batasan-batasan kebenaran Allah. Prinsip ini berlaku untuk semua bidang kehidupan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo