30 Juni 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kejadian 39:6-18
Untuk hidup percaya dan saling percaya satu dengan yang lain, haruslah didasari dengan hati atau motivasi yang tulus, kalau tidak akan terjadi keributan atau kekacauan. Cepat atau lambat akibat dari ketidak tulusan atau kemurnian hati akan kita alami. Dalam sebuah persahabatan sering muncul dalam pikiran apakah orang ini benar-benar tulus atau tidak. Apalagi dalam membangun sebuah kemitraan atau kerjasama, pastilah dalam benak kita muncul pertanyaan, apakah benar mitra kita ini hatinya tulus?. Saling percaya akan terbangun bila ada ketulusan dan kemurnian hati dari kedua belah pihak yang akan membangun sebuah kerja sama.
Sama seperti Potifar mempekerjakan Yusuf di rumahnya di Mesir, Potifar mempercayakan seluruh urusan rumah tangganya kepada Yusuf. Dia sungguh menghargai kepercayaan yang diberikan dan dikerjakannya dengan hati yang tulus dan penuh tanggung jawab dan Potifar puas dengan kerjasama dan kepercayaan yang diberikan kepada Yusuf. Ditengah kepercayaan yang diberikan, dilaksanakannya dengan hati yang tulus, Yusuf mendapat ujian berupa godaan dari istri Potifar. Tetapi dalam hal ini Yusuf menunjukkan motivasi yang tulus, hati yang murni, tidak mengikuti godaan istri Potifar sampai akhirnya dia harus dipenjarakan.

Untuk dapat dipercaya adalah sebuah proses, sebuah pemurnian. Kisah Yusuf dengan proses yang luar biasa sakitnya, sebelum dia dipercaya menjadi orang ke dua di Mesir, dia dimasukkan ke dalam sumur, dijual ke pedagang sebagai budak, menjadi pengurus rumah tangga Potifar, difitnah dan masuk penjara, semua ini menjadi sekolah dan ujian ketulusan dan kemurnian hati Yusuf. Ditengah semua kesulitan yang dialaminya, dia tetap menjaga hati yang tulus dan membawanya menjadi orang yang bisa dipercaya “menjadi penguasa di Mesir di bawah Firaun”.
Demikian juga dengan hidup kita, apa yang kita alami hari-hari ini, percayalah bahwa semua ini untuk memurnikan hidup kita, sehingga kita dapat berkata dan berperilaku dengan hati yang tulus. Tuhan akan mempercayakan banyak hal kepada kita seperti Yusuf yang menjadi Perdana Menteri di Mesir, ketika hati kita tulus, hati kita murni dihadapanNya. Tuhan akan mempromosikan kita ketika kita dapat dipercaya. Amin.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

