28 Juli 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 3:18-25
Kolose 3:18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu , sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. 3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu supaya jangan tawar hatinya. 3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
Semua yang ada di dunia ini terikat atau terhubung satu dengan yang lain yang kita kenal dengan istilah SISTEM. Sistem akan bekerja dengan efektif apabila semua bagian yang membangun sistem tersebut bekerja atau berfungsi dengan baik, bergerak untuk tujuan sistem tersebut. Dalam sistem tidak boleh mengabaikan bagian tertentu, semuanya berarti dan penting, satu bagian rusak, maka sistim akan terkendala.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Demikian juga dengan keluarga, dalam membangun keluarga yang utuh menggenapi tujuan Tuhan, harus ada sistemnya seperti yang disampaikan dalam firman Tuhan di atas. Dalam keluarga ada unsur yaitu Ayah (suami), ibu (istri), anak-anak serta hamba. Ke-empat unsur tersebut memiliki peranan penting, masing masing perannya berbeda tetapi berkaitan satu dengan yang lainnya. Setiap kita harus mengerti peran dan posisi kita dalam keluarga dan berfungsi dengan baik, tidak boleh melanggar atau mengabaikannya.
Firman Tuhan menjelaskan untuk menjaga keutuhan atau keharmonisan keluarga dalam kondisi suka dan duka kapan dan dimanapun, ada nilai yang harus dipegang yaitu isteri tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan; suami mengasihi dan tidak berlaku kasar kepada isterinya; anak-anak mentaati orang tuamu dalam segala hal; bapa-bapa tidak menyakiti hati anaknya supaya jangan tawar hatinya serta hamba mentaati tuannya dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Inilah gambaran singkat sistem keluarga yang disampaikan. Ada penundukan diri, kasih, ketaatan dan ketulusan hati. Apabila semua keluarga melakukan ini dengan baik, maka akan terwujud keluarga yang harmonis, keluarga yang utuh, keluarga yang bertumbuh di dalam Tuhan.

Jadi keluarga itu merupakan satu sistem yang dibentuk oleh unsur-unsur, harus dibangun dalam sebuah kesatuan yang utuh, saling berpengaruh satu sama lain. Apa yang kita katakan dan lakukan pasti berdampak atau mempengaruhi yang lain. Demikian juga sebagai jemaat, keluarga Allah, harus menyadari bahwa kita ada dalam satu sistem, masing-masing punya peran yang unik. Mari kita temukan peran kita dan kerjakan dengan penuh tanggungjawab. Berfungsilah atau berbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Haleluya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

