RABU – CINTA YANG BUTA KEPADA DUNIA BUKAN KEPADA ALLAH

07 Agustus 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Filipi 1:20-21

… Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Flp 1:20-21)

Frase dari ayat di atas adalah ungkapan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Adalah satu ucapan syukur dari mulut Paulus setelah melihat keadaan jemaat di Filipi yang belajar berjalan di dalam Tuhan. Sesungguhnya apa yang dikatakan Paulus adalah prinsip hidupnya sebagai pelayan Tuhan. Setelah Paulus bertobat dari masa lalunya yang penuh dengan kejahatan, dia dapat melihat satu babak baru dalam hidupnya yang telah menjadikan Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi. Cinta kepada Tuhan sejak pertobatannya, adalah cinta mati atau cinta ‘habis-habisan’ kepada Yesus Kristus.

Jika kita menyimak kisah Paulus, ini adalah contoh ekspresi cinta sepenuh hati sampai akhir hidupnya terhadap Tuhan. Nyala api Tuhan (Baca Kid 8:6), menghanguskan segala keinginan daging dan yang terbit hanyalah keinginan Allah di dalam hidupnya. Orang yang dikuasai oleh nyala api Allah adalah orang yang mampu berpikir, merasa dan bertindak bahkan sebagai sampai memiliki gaya hidup yang berprinsip pada “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Inilah cinta yang buta pada nafsu atau sekedar asmara, namun bisa melihat pada Allah sebagai teladan kasih terbaik dan sempurna. Tegas sekali Paulus katakan : “…baik hidupku maupun oleh matiku, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku (Flp 1:20). Bisakan Anda berkata seperti itu?

Cinta buta adalah cinta tanpa kasih Allah, karena orientasi hanya pada pemenuhan ego. Tapi cinta yang melek dan melekat adalah cinta kepada Allah. Ketika kita sudah sadar dan percaya akan prinsip ini : “bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” maka tidak akan ada lagi ruang hati untuk menjadi tawar di dalam setiap pergumulan hidup sembari kita ditetapkan sebagai pelayan yang melayani Tuhan. Sekalipun kita dicaci maki, difitnah atau dilukai oleh siapa saja, maka orang seperti ini akan selalu dapat bersyukur – karena orientasi seorang yang sudah cinta habis-habisan kepada Allah – adalah orientasi pada menyenangkan hati Tuhan. Orang seperti ini adalah orang yang sangat tahu apa arti cinta kepada Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo