RABU – MENGAMPUNI TANDA KASIH YANG BERDAMPAK

06 November 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Matius 18:21-22 TB

Ayat: Matius 18:21-22 TB, Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus MENGAMPUNI saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Ada banyak orang yang berpikir bahwa MENGAMPUNI adalah tentang membebaskan orang lain, padahal MENGAMPUNI adalah suatu keputusan melepaskan diri dari ikatan kepahitan, kemarahan atas kesalahan orang lain kepada diri kita di masa lalu.”

Kata “MENGAMPUNI” dalam ayat ini berasal dari kata
bahasa Yunani, “aphiemi” yang artinya “melepas”, “melepaskan”, menyerahkan, atau “membiarkan pergi”. Ketika kita mengampuni seseorang, kita secara sadar memilih untuk melepaskan hak untuk marah, dendam, atau balas dendam, kita menyerahkan masalah kita kepada Allah.
.., dengan kata lain, kasih yang mengampuni dapat dimaknai bukan sebagai tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan karakter, buah Roh Kudus yang bekerja didalam kita.

Dalam Matius 18 Yesus mengatakan tentang prinsip kasih dalam hal MENGAMPUNI, Yesus mengajar umat Tuhan untuk MENGAMPUNI bukan hanya tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali! Suatu angka pengampunan yang begitu besar, luar biasa dan tak terbatasnya kasih Allah, sehingga Tuhan pun memanggil kita untuk mengasihi dan memberi pengampunan kepada orang lain sesuai ukuran kasihNya,
.., Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15 TB)

Saudara-saudari, apakah saudara bersedia untuk tinggal dalam kualitas kasih yang berdampak dengan setia berdoa, tidak menyimpan kesalahan orang lain dan mudah mengampuni?

Doa: Tuhan Yesus, tolong dan mampukanlah aku agar oleh kasihMu mudah untuk mengampuni dan memberkati orang yang bersalah kepadaku, amen..!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo