KINGDOM BUSINESS- SERI 1- IMPIAN TUHAN TENTANG UMATNYA

Seri-1 Impian tentang Terbentuknya Suatu Umat – the dream about a people
Seri pertama adalah impian Tuhan tentang umat yang hidup dalam budayaNYA
Saat kita membicarakan tentang ‘memimpikan’ umat, kita merujuk kepada Tuhan. Tuhan- lah yang memiliki visi. Inilah visi-Nya. Ia memilih ‘Umat Perjanjian’ untuk menjadi pembawa rencana keselamatan. Umat perjanjian untuk menunjukkan model budaya kerajaan Allah, model kehidupan Bisnis dan Karier yang sesuai dengan budaya KerajanNYA.
Dengan cara yang sama, Ia ingin mengungkapkan kemuliaan dan kekuasaan-Nya dalam hidup kita. Dua aspek utama yang mendominasi kehidupan kita sebagai manusia; hubungan dan kerja. Dan rencana Tuhan untuk penebusan dan keselamatan mencakup dua hal tersebut. Melalui iman dalam Yesus kita dipulihkan menjadi hubungan yang hidup dengan Allah dan dalam pekerjaan kita, kita diundang untuk mengalami “pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya supaya kita berjalan di dalamnya.”
Meski Tuhan memanggil kita secara individu, satu per satu, tujuan-Nya adalah suatu umat yang mengalami kuasa supernatural dan bimbingan Roh Kudus dalam kehidupan pekerjaan mereka.
Pemikiran yang lama dan tidak alkitabiah bahwa pekerjaan adalah konsekuensi dosa, tetapi sekarang menempatkan landasan baru dalam area ini. Lewat urutan penciptaan, kita belajar bahwa kerja, pada awalnya, terhubung langsung dengan kehidupan dalam Taman Eden.

Tujuan seri-1 ini adalah:
Untuk kembali memahami bagaimana Tuhan Allah melalui penciptaan adalah pribadi pertama yang bekerja. Bahwa narasi penciptaan adalah prototipe untuk memahami tujuan dan rencana awal Tuhan untuk umat manusia terkait kehidupan dan kerja. Bahwa Tuhan memanggil kita secara individu – tetapi maksudnya adalah membentuk sebuah Umat.
Tuhan menganggap pekerjaan itu penting
Pertanyaan tentang bagaimana pandangan Allah terhadap kerja begitu fundamental dalam Alkitab, dan faktanya bahwa Alkitab mengangkat topik tentang kerja sebelum topik lainnya.
Allah Sang Pencipta dijelaskan dalam Kejadian sebagai seseorang yang bekerja. Dan proyek agung Tuhan dalam menciptakan kosmos terjadi dalam kerangka satu minggu kerja. Kita harus menangkap pewahyuan tentang bagaimana keadaan dunia pada awalnya. Jelas sekali dalam Alkitab bahwa pekerjaan manusia terhubung pada Firdaus dalam persekutuan penuh dengan Allah.
Bahwa dalam Taman Eden Adam dan Hawa bekerja. Seperti yang disebutkan dalam Alkitab, “Kemudian Tuhan mengambil manusia dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” Kej 2; 15.
Dengan latar belakang fakta ini, mengangkat moral iman kita bahwa pekerjaan bukan kutukan atau pekerjaan yang tidak ada habisnya. Juga bukan konsekuensi dari kejatuhan, bukan juga sekedar pengisi waktu ditempat dunia yang fana ini, namun adalah suatu tugas yang mulia.
DNA kerja digambarkan dalam Alkitab sebagai kesenangan dan kegembiraan tetapi dalam hiruk pikuk hari ini kita telah menjauh dari hidup dalam dimensi tersebut, pekerjaan bukan lagi kesenangan dan kegembiraan dalam memuliakan Tuhan, namun penuh dengan tekanan, sumber stres, bahkan alasan untuk menjauhi DIA, alasan untuk menunjukkan pride kita, sumber untuk menyatakan betapa hebatnya kita, atau bahkan sumber kita merasa minder dengan sesama kita.

Urutan penciptaan, kerangka kerja penafsiran kita
Alkitab menunjukkan bahwa pekerjaan/usaha memiliki tempat alami dalam Firdaus.
Impian Tuhan tentang umatNYA
Pernahkah Anda berpikir mengenai apa yang menjadi ciri khas suatu umat? Mereka adalah orang yang membawa nilai yang sama, seperti hal-hal yang dipertahankan untuk tetap “menjadi ciri” dalam jiwanya. Misalkan orang dapat mengenali orang papua, orang indonesia timur dengan mudahnya dari cara bicara bahkan sikap mereka.
Demikian juga, Tuhan ingin dikenali, melalui umatnya yang memiliki perilaku, kebiasaan atau budaya Kerajaan Allah.
Jika seseorang dapat mengenali Tuhan dengan cara melihat hidup Anda ini, maka sesuatu akan terjadi bahkan sebelum kita membuka mulut kita! Kesaksian tentang Kerajaan Allah akan nyata bahkan sebelum kita membuka mulut kita dan bersaksi tentang Yesus!
Kita dipanggil untuk mencerminkan “budaya kerajaan Surga, bukan untuk memultiplikasikan budaya duniawi yang kita lihat setiap hari.
Dengan cara ini, bahkan sekarang, kita dapat dengan nyata mewakili harapan Kerajaan Allah bagi umat manusia.
| Kerajaan Dunia | Kerajaan Surga |
| Ketakutan, Stres, Tidak nyaman | Damai sejahtera |
| Serakah, mengambil hak orang lain | Murah hati |
| Kesombongan | Rendah hati |
| Sarana berkuasa | Melayani |
| Hidup dalam tekanan hutang | Meminjamkan |
Itulah kerinduan Tuhan untuk orang atau umat yang percaya kepadaNYA, yaitu umat yang memiliki praktik kerja dan bisnis yang berbeda dengan dunia ini, dan DIA ingin dikenal dengan cara umatnya hidup bukan sekedar dari kata-kata mereka.

Kesaksian
Tahun 2016 adalah masa paling suram dalam bisnis saya, semuanya terguncang dan perusahan lama saya meninggalkan hutang milyaran rupiah, yang mana hanya 10%nya murni saya meminjam uang dari pihak lain, selebihnya adalah korban dari masalah bisnis. Pihak-pihak yang bersama dengan saya sebagai pemegang saham angkat tangan dengan hutang-hutang tersebut, saya mengambil sikap bertanggung jawab, saya deklarasikan dihapan Tuhan, saya akan menyelesaikan itu semua. Kemudian saya membangun perusahan YANG BERBEDA sepenuhnya sendiri tanpa meminjam dari siapapun, tanpa bantuan orangtua, tanpa bantuan mertua atau sanak saudara, atau teman, semua saya lakukan sendiri, dalam keadaan yang putus asa, bahkan piutang di orang lain saya putuskan saya putihkan , saya tidak tagih. Dengan perusahan yang baru dengan produk yang berbeda dengan perusahan sebelumnya, saya berhasil membayar hutang perusahan lama milyaran rupiah, bahkan ditengah pandemik ini, perusahan saya malah menambah karyawan, kami bahkan mengambil ISO 22000 dan ISO 9001, bahkan naik kelas menjadi perusahan skala menengah. Apa yang dimakan belalang pelahap dan pengirik, itu yang dikembalikan Tuhan bahkan lebih lagi kepada mereka yang berkenan, bukankah DIA ingin membuat perbedaan?.
