By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Lukas 2:10
Perhatikanlah Lukas 2:10. Dalam bahasa Yunani, kata “memberitakan…kesukaan” adalah “I bring good news”, yang dalam bahasa Yunani disebut “Euangelizomai” yang artinya Deklarasi Injil. Tentu sangat banyak orang pada masa itu yang tidak mengerti akan Injil yang bermakna pada berita keselamatan. Injil adalah Firman yang menyelamatkan manusia, dan sebagai landasan kehidupan yang berhasil. Banyak orang yang beridentitas Kristen mengetahui “Injil” tetapi banyak juga yang tidak mengalami kuasa Injil Keselamatan.

Injil Keselamatan adalah kekuatan Allah yang mengubahkan kehidupan dan kebudayaan (Roma 1:16), yang membawa setiap mereka yang mempercayai Injil Keselamatan akan memperoleh kesempatan untuk menjadi hamba-hamba Allah yang diberikan kuasa. Jika manusia tidak perduli akan makna mendalam ini, maka manusia hanya akan menjadi penikmat berkat. Dewasa ini terjadi satu kecenderungan gaya hidup “konsumerisme kekristenan”.

Apakah artinya? Banyak orang yang mengaku Kristus, hanya minta berkat yakni dilayani oleh hamba-hamba Tuhan, dihibur di kala sedih, dikuatkan di kala susah dan diberikan bantuan materi di kala berkekurangan dan dapat hanya duduk diam mendengarkan khotbah di ibadah gereja. Budaya ‘konsumerisme kekristenan” telah “menina-bobokan” orang Kristen sehingga masuk ke dalam sifat “kepasifan rohani”. Sifat ini telah menjadikan orang Kristen menjadi “beku rohani” atau dingin hati untuk aktif melayani orang lain. Cenderung jadi bergantung kepada hamba Tuhan dan apatis untuk menolong orang lain. Kebergantungannya bukan lagi kepada Tuhan, tetapi kepada Hamba Tuhan.
Injil Keselamatan berita yang harus didengar dan dialami semua orang agar hidup mereka memiliki makna dan kuasa untuk menjadi palayan dan pengubah dunia.

