SABTU – STRES, TERTEKAN DALAM PERUBAHAN?

06 Februari 2021

By: Pdm. Rudy Langitan
Mazmur 84 : 5-8

Perubahan kebiasaan adalah sesuatu yang mudah diucapkan seperti pada khotbah dan nasehat, tetapi sesungguhnya sulit dalam penerapannya. Banyak orang berkomitmen untuk berubah tetapi kemudian berhenti sebelum memulai, berhenti di tengah jalan.   “Mengapa?”.  Karena setiap perubahan tidak otomatis memberikan hasil (result) yang terlihat dalam waktu pendek.  Harapan kita tidak sesuai kenyataan. 

Manusia ingin instan atau cepat melihat hasilnya.  Contoh kita sudah mulai olahraga jogging/jalan pagi 5 km dalam 1 jam, tetapi setelah 2 minggu berjalan, kita mengalami putus asa dan frustrasi karena timbangan badan kita tidak turun sama sekali.   Sehingga kita memutuskan berhenti jogging karena tidak mencapai tujuannya.  Bapak-ibu terkasih, ingat  kita baru mulai  kebiasan jogging, lupakan hasilnya dulu, karena ketika kebiasaan sudah terbentuk menjadi otomatis maka hasil akan menyusul/terlihat.     

Saya ingin memberitahukan kita semua,  bahwa  ketika kita memulai merubah kebiasaan baru, kita sebenarnya sedang masuk dalam “lembah keputusaan”(the valley of disappointed), dimana kenyataan yang kita alami tidak memenuhi  harapan kita, di lembah ini kita biasanya putus asa, stres dan frustrasi karena hasilnya tak terlihat, tidak sesuai harapan,  hasil tidak sesuai pengorbanan.  Jangan berhenti!  Teruslah maju sampai terbentuk kebiasaan baru. 

“Life is  like riding bicycle. Keep your balance, you must keep moving”  Hidup seperti mengendarai sepeda, jaga keseimbang dengan terus maju.  Jika tidak kita akan jatuh!   Ayo mulailah mengubah pikiran dan kebiasaan kita, mulailah dengan pelan kecil tetapi konsisten!