27 Februari 2021
By: Pdt. Freddy K. H. Siregar
Wahyu 2:4-5
MENEMUKAN (M1)
Berdoalah agar dapat memahami dan menerima rhema dari setiap firman Tuhan yang anda renungkan:
~ Wahyu 2:4-5, 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula, 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
MENERIMA DAN MERENUNGKAN FIRMAN (M2)
1. Apakah yang Tuhan katakan kepada orang yang meninggalkan kasih yang semula? Aku ..…………….
2. Mengapa Tuhan mengatakan sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau jatuh (ay.5a)? Ketika kita melakukan firman Tuhan, hal apa sebenarnya yang tidak boleh hilang dari hati kita?…………………………
3. Sebutkan 2 hal yang harus kita lakukan sebagai bukti kembali kepada kasih yang semula! …………….. dan ……………………………………jika tidak demikian, ……………………………………………………………………..

Pengajaran:
Kalimat “meninggalkan kasih mula-mula” dimaksudkan untuk menjelaskan tentang “kasih yang menjadi dingin” kepada sesama (Mat. 24:12). Secara rutinitas masih mengasihi Tuhan dan tekun melayani, mempertahankan kebenaran Inji, bahkan rela menderita aniaya; tetapi semuanya telah menjadi aktivitas rutin, legalistik dan agamawi, kebenaran dijadikan sebagai alat untuk menunjukkan benar-salah, sehingga kasih kepada sesama menjadi luntur, suasana persekutuan menjadi dingin dan kaku, menjadi alat untuk pembuktian / eksistensi diri dan menjadi komunitas yang banyak konfliknya.
MELAKUKAN (M3)
Untuk kembali kepada Kasih yang semula, di ay.5 dikatakan sangatlah penting untuk kita mengingat dan menyadari bahwa “ketika kasih telah menjadi dingin” sesungguhnya kita telah jatuh sangat dalam (betapa dalamnya engkau telah jatuh!), dan dengan BERTOBAT mengingat kembali (sadar akan) anugerah kasih karunia Tuhan atas hidup kita yang tidak layak dimasa yang lalu; dan “MELAKUKAN APA YANG SEMULA ENGKAU LAKUKAN” yaitu beribadah dan melayani Tuhan karena rasa syukur dan kasih yang dalam kepada Tuhan, maka itu adalah cara untuk kita kembali kepada kasih yang semula, sehingga dapat mengasihi sesama didalam kesadaran diri, rendah hati, tulus dan dengan murni.

Pertanyaannya adalah: Bagaimanakah keadaan Kasih yang semula itu didalam hatimu hari ini? Apakah saudara masih memilikinya? Jika saudara telah kehilangan kasih itu dan telah menjadi agamawi dan hanya rutinitas beribadah dan melayani Tuhan, apakah saudara mau bertobat dan meminta anugerah Tuhan untuk memulihkan kasih-mu? Minta dan datanglah kepada anugerah kasihNya.
MEMBAGIKAN (M4)
Sebutkan dan ceritakanlah pengalaman-pengalaman saudara ketika memilih untuk dengan setia melayani dan melakukan firman Tuhan karena Mengasihi Allah dan sesama, dengan kasih yang semula.

