Senin – KASIH SEJATI ADALAH ISI HATINYA TUHAN

01 Maret 2021

By: Pdt. Mangatas Simanjuntak
Yohanes 15:12-14
MENEMUKAN (M1)

Dalam bacaan hari ini ada perintah Tuhan yang harus kita kerjakan,  tentunya bukan asal mengerjakan tetapi dengan kualitas kasih yang Tuhan harapkan, serta status atau identitas kita ketika melakukan perintah Tuhan. Coba temukan apa perintah Tuhan dalam ayat 12 “Tuhan memerintahkan untuk …………. dan dalam ayat 13 bagaimana kualitas kasih itu? Kualitas kasih itu adalah ……………………….. selanjutnya dalam ayat 14 kita akan menjadi apa kalau kita berbuat apa yang Tuhan perintahkan?

MERENUNGKAN (M2)

Kasih sejati adalah hatinya Tuhan, Dia mau menyatakan isi hatiNya dengan kasih yang sejati untuk menyelamatkan kita dan membawa kita hidup dalam rencanaNya, menikmati kehidupan yang kekal. Dia sudah menyatakan kasihNya yang sejati dalam hidup kita dalam pengorbananNya di kayu salib, Dia menyerahkan nyawaNya kepada kita. Dia benar-benar berkorban buat semua manusia termasuk kita,  disaat  kita memberontak, jauh dari padaNya, tidak bersahabat denganNya , pada saat itulah Dia memberikan kasih sejati itu kepada kita, kasih yang mengubahkan seluruh kehidupan kita, kasih yang membuat kita jadi berharga dan mengalami hidup yang kekal.  Dia panggil kita jadi sahabat, panggilan yang sangat akrab antara dua pribadi.  TUHAN MEMANGGIL KITA SAHABAT.

MELAKUKAN (M3)

Perintah Tuhan yang kita baca pada pagi hari ini adalah perintah bagi orang percaya, perintah kepada pengikut Kristus tanpa memandang status sosial, pendidikan, status dalam lembaga gereja, ekonomi dll.  Ini perintah yang harus bisa dilakukan oleh orang yang percaya kepadaNya. Oleh anugrahNya kita diberikan  kemauan dan kemampuan  untuk melakukan perintah ini dan kita  disebut sahabatNya. Mari kita percaya bahwa isi hati Tuhan yang dinyatakan melalui perintahNya, bisa kita lakukan ketika kasih sejati memenuhi hidup kita.

Mari pada hari ini kita buat keputusan untuk “mau” melakukan perintahNya yaitu saling mengasihi.  Kemauan adalah respon  kita kepada kasih sejati itu, mulailah maka mujizat  “kemampuan” akan kita alami. Untuk melakukan satu hal, awalnya memang sedikit harus dipaksa alias “terpaksa” tetapi kalau kita lakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan.  

MEMBAGIKAN (M4)

Bagikanlah pengalaman saudara ketika mulai “mau” melakukan perintah Tuhan saling mengasihi dan “kemampuan” yang Tuhan berikan hingga terbiasa melakukkannya.  Dan ceritakanlah bagaimana senangnya ketika disebut “SAHABAT TUHAN”.