Rabu – KASIH SEJATI: MEMILIKI SIKAP MEMBERI

03 Maret 2021

By: Pdt. Mangatas Simanjuntak
1 Yohanes 3:16-18
MENEMUKAN (M1)

Kasih sejati berarti rela untuk memberi, memberikan apa yang dibutuhkan orang lain.  Bukan memberikan apa yang kita mau berikan.  Dalam perikop yang kita baca, temukan bagaimana kita harus mengasihi saudara kita.  

  • Dalam ayat 18:   mengasihi bukan dengan ………………. atau dengan ………., Tetapi dengan …….. dan dalam …………..
  • Dalam ayat 17: apa yang harus kita berikan kepada saudara yang menderita kekurangan?
  • Dalam ayat 16: Apa yang telah diserahkan oleh Yesus kepada kita dan bagaimana kita menyikapinya?
MERENUNGKAN (M2)        

Bacaan kita hari ini merupakan tulisan dari seorang murid Kristus, terkenal sebagai murid yang paling dikasihi Yesus dan dia menuliskan surat ini pada masa tuanya.  Jadi ini merupakan sebuah nasihat orang yang penuh kasih dimasa tuanya kepada orang-orang percaya, suatu sikap yang menandakan bahwa kita mengalami hidup yang baru.  

Nasehatnya, kita tidak boleh hanya menunjukkan kasih melalui perkataan tetapi harus melalui perbuatan dan dalam kebenaran.  Minimal kalau kita tidak bisa memberikan/menolong orang dalam bentuk materi, marilah kita mengashinya melalui perbuatan yang didorong oleh kebenaran, di dorong oleh Kasih Kristus.  Kita melakukaknnya bukan untuk menyenangkan kita tetapi untuk menolong saudara kita yang membutuhkan.  Kalau kita sudah terbiasa mengasihi dengan perbuatan dan memberikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan maka kita akan siap kalau Tuhan panggil hidup kita untuk menolong saudara kita sekalipun membuat nyawa kita terancam.  Percayalah ketika hidup kita di dalam Tuhan, dan kita melakukan perintahNya, hidup kita aka nada dalam pemeliharaanNya.

MELAKUKAN (M3)

Kasih sejati berarti memiliki sikap hati yang siap untuk memberi.Zaman dimana orang sedang mementingkan diri sendiri yang dibangun oleh sikap egois, sikap memberi begitu sulit kita temukan, semakin langkah kita jumpai.  Orang berpikir bahwa memberi itu bisa dilakukan ketika kita sudah berkelebihan.  Tetapi perikop ini memerintahkan untuk memiliki sikap yang siap memberi, yang pasti memberi bukan hanya dalam perkataan, tetapi minimal dalam perbuatan kepada sesama , jikalau kita belum bisa memberikan dalam bentuk materi.  Pertanyaannya adalah:

  1. Apa yang menghalangi kita untuk bisa berbagi kepada sesama kita?
  2. Bagaimana agar sikap hati ini menjadi gaya hidup kita?
MEMBAGIKAN (M4)

Berbagilah hari ini dengan  saudaramu, dan sampaikan dengan kasih betapa Tuhan menyayangi hidup mereka.