05 Maret 2021
By: Pdt. Mangatas Simanjuntak
1 Yohanes 2:15-17
MENEMUKAN (M1)
Bacalah1 Yohanes 2:15-17 dan temukanlah dalam ayat 15, kenapa Yohanes menasehatkan orang percaya agar tidak mengasihi dunia? Jikalau orang mengasihi dunia, maka …………………di dalam orang itu. Dalam ayat 16, Temukan keinginan apa saja yang ada dalam dunia? Apakah itu berasal dari Bapa? Selanjutnya dalam ayat 17, bagaimana hidup orang yang melakukan kehendak Allah?
MERENUNGKAN (M2)
Istilah dunia dalam Alkitab dapat merujuk kepada langit dan bumi, bisa juga sebagai sistem yang dibangun oleh manusia yang seringkali bertolak-belakang dengan Allah, berlawanan dengan kasih Allah. Hidup dengan mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya sangat bertolak belakang dengan hidup dalam kasih Tuhan. Kehilangan kasih Tuhan dan melakukan kehendakNya merupakan masalah yang sangat serius bagi orang Kristen. Kita tidak akan dapat menjadi saksi Kristus tanpa tinggal dalam kasih Tuhan, apalagi kita sudah mengasihi dunia dan apa yang didalamnya . Kita melihat nasihat yang tegas dari Rasul Yohanes, Tuhan memang mengasihi kita, tetapi Dia berlaku tegas kepada kita berkaitan dengan “aturan dan sanksi”. Orang Kristen tidak akan diuntungkan apabila dibiarkan bertindak sesuka hatinya sendiri atau tidak ada sanksi akibat perbuatan salah yang mereka lakukan. Dalam hal ini Yohanes memperingatkan bahwa ada sanksi terhadap kehidupan yang tidak benar dalam hal ini kehidupan yang tidak berpusat kepada KASIH.

Apapun yang diperbuatnya tanpa kasih kepada Tuhan tidak akan ada artinya, semuanya akan lenyap dan menuju kebinasaan. Hati-hati kasih kepada dunia tidak berasal dari Tuhan, kompromi terhadap dunia akan membuat kemerosotan kasih yang kita miliki kepada Tuhan.
MELAKUKAN (M3)
Kita tidak boleh mengikuti sistem dunia ini yang dibangun untuk memuaskan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup, yang mencoba untuk mengurangi, menambahkan atau memutarbalikkan Firman-Nya. Kita harus menyadari betul bahwa kasih akan dunia ini tidak berasal dari Tuhan dan semua yang ada didalamnya (keinginan mata dan daging serta keangkuhan hidup) akan lenyap, tetapi orang yang melakukan kehendak Bapa akan tetap hidup selama-lamanya. Kompromi akan menyebabkan kasih sejati akan luntur dan merosot akhirnya hilang. Tuhan melihat motivasi hidup kita, apakah kita melakukannya karena “kasih kepada dunia atau kasih kepada Bapa”. Secara manusia bisa saja cara kerja dan yang dihasilkan sama. Tetapi Tuhan bukan sekedar menilai dari cara dan pencapaian, Tuhan lebih tertarik menilai isi hati atau motivasi, dan Tuhan mau kita melakukan segala sesuatu karena kasih kepada Bapa bukan karena kasih kepada dunia..

Coba kita selidiki hati kita, motivasi kita bekerja, melayani hari ini. Adakah semuanya kita lakukan karena mengasihi Bapa atau karena mengasihi dunia. Atau sudah ada kompromi di dalamnya?
MEMBAGIKAN (M4)
Coba ceritakan pengalaman kompromi yang pernah saudara lakukan “mengasihi dunia” yang mengakibatkan merosotnya kasih terhadap Tuhan, dan bagimana untuk kembali kepada kasih Allah. . .

