15 Maret 2021
By: Pdm. Rudy Langitan
Roma 15 : 1-7, Roma 14 : 5-10
MENEMUKAN (M1)
Bacalah Roma 15 : 1-7
Jemaat di kota Roma terancam kerukunannya akibat perselisihan (bahkan kompetisi) antara dua kelompok, dalam hal pantangan makan jenis makanan tertentu, dua kelompok ini saling menyerang. Yang satu menghakimi, sedang yang satunya menghina (Roma. 14:10). Rasul Paulus menasehatkan mereka masing-masing untuk bertanggung jawab untuk Tuhan (Roma 14:6-8), Paulus menasihatkan juga supaya mereka lebih saling menerima dari pada saling menyerang (Roma 15 : 7). Supaya kerukunan akan tercipta (Roma 15 : 5). Paulus fokus pada dasar kebenaran (injil) bukan pada persoalannya, Kasih adalah dasarnya.
MERENUNGKAN (M2)
Kasih akan saudara (orang lain) adalah dasar sebuah hubungan. Karena tanpa kasih, apapun yang kita lakukan hanya berorientasi atau bertujuan pada diri sendiri (self centris). Kasih adalah dasar dari kerukunan. “Sebab itu terimalah satu akan yang lain sama seperti Kristus yang telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah (Roma 15:7). Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (Roma 14:19)

Kristus adalah dasar dari kasih tersebut, lakukan sama seperti yang Kristus lakukan, Ia menerima kita pada saat kita berdosa, penuh kesalahan dan gagal, untuk tujuan kemuliaan nama Allah. Demikian juga kita mau menerima kesalahan, perbedaan bahkan kegagalan saudara kita, untuk kemuliaan Allah dinyatakan.
MELAKUKAN (M3)
Mari jemaat Tuhan milikilah Kasih yang sama seperti Yesus miliki, ia tidak mencari kesenangan sendiri (keinginan, tujuan, dan harapan diri sendiri), tetapi Ia rela menanggung kelemahan/dosa manusia untuk tujuan kemuliaan Allah.

Jika hari ini kita dikasih tanggung jawab pelayanan bahkan hidup, itu bukan untuk diri kita sendiri tetapi untuk kemuliaan Allah. Memang tidak dipungkiri dalam hidup berjemaat, akan ada perbedaan yang dapat menyebabkan perselisihan, tetapi Allah ingin kita menerima satu sama lain, hidup rukun, serta mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera, tujuannya adalah nama Tuhan di muliakan. Dan gereja menjadi surat berkat yang terbuka bagi dunia.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada siapapun, termasuk rekan komsel mu bahwa dasar dari hubungan manusia bukan pada tujuan manusia atau keinginan manusia itu sendiri, tetapi kasih pada Allah, dasar itu lah yang mampu memberikan kerukunan dan kedamaian diantara kita. Lakukan semua pelayanan dengan motivasi bukan untuk tujuan manusia tetapi tujuan Allah. Maukah saudara menceritakan kesaksian tentang bagaimana saudara dapat menang dari berfokus pada diri sendiri dalam hubungan dengan berjemaat?

