MINGGU – MENEGUR DAN MENGAJAR DALAM KASIH

21 Maret 2021

By: Pdm. Rudy Langitan
Amsal 25 ; 11, Yakobus 1 : 19,  Kolose 3: 16-17
MENEMUKAN (M1)

Marilah kita lanjut membaca  Firman Tuhan  dalam Surat Kolose 3:16. “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”

a. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kita

Rasul Paulus mengingatkan kita yang hidup di zaman ini supaya menerima dan percaya pada semua perkataan Kristus dengan segala kekayaan-Nya, serta menyimpan-Nya di dalam hati mereka.

b. Hendaklah dengan segala hikmat, kita mengajar dan menegur seorang akan yang lain.

c. Hendaklah kita menyanyikan mazmur

Lalu, hendaknya kita menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani. Hendaklah kita mengucap syukur kepada Allah di dalam hati kita.

MERENUNGKAN (M2)

Bagaimana kita dapat menegur dan mengajar orang lain dengan hikmat? Kolose 3:17. “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”   Jika kita menegur menasehati dan mengajar, mari luruskan atau bersihkan motif kita terlebih dulu, bukan untuk  kepentingan kita atau keuntungan kita tetapi lakukan semaunya itu dalam nama Tuhan yesus (untuk kemulianNya)

Menegur di dalam kristus harus menempatkan kasih diatasnya, tanpa kasih akan ada kekacauan dan perselisihan.  Dengan menggunakan kata-kata hikmat (kata yang tepat, tepat orangnya, tepat topiknya, tepat situasinya dan tepat perkataannya)  “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya seperti apel emas di pinggan perak”(Amsal 25 : 11). Maka nasehat atau ucapan yang tepat itu akan membawa berkat dan bagi pendengarnya 

MELAKUKAN (M3)

“Mudahkah melakukannya?” Sungguh tidak mudah!,  karena perkataan kita,  biasanya lahir dari hati kita, jika hati kita kacau, maka yang keluar adalah  perkataan kacau.  Demikian juga sebaliknya.   Untuk itulah kita butuh hikmat ilahi,  dengan senantiasa membaca firman Tuhan melalui renungan harian dan program ABA (ayo baca alkitab) maka pembendaharaan hati kita dipenuhi oleh kebenaran Firman. Sehingga respon kita pun akan kaya dengan kebenaran.

Menegor dan menasehati harus harus lahir dari telinga yang mendengar, dan telinga yang benar lahir dari kasih yang berfokus pada orang lain.  Hendaklah kita cepat untuk mendengar dan lambat berkata-kata/marah (Yakobus 1 : 18)

MEMBAGIKAN (M4)

Mari kita motivasi saudara dan rekan komsel kita untuk hidup  dalam terang kasih Tuhan dimana kita boleh saling menasehati dan menegor satu sama lain tanpa merasa terganggu atau marah.  Ceritakan pengalaman saudara dalam menegur, dimana itu membawa berkat bagi banyak orang….