25 Maret 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Matius 23:1-3; Lukas 24:19b
Ketika Yesus sedang bersama murid-muridNya, Dia mengajarkan dengan tegas tentang keselarasan yang sangat penting antara perkataan dengan perbuatan. Yesus membedakan antara pesan pengajaran dengan pengajar. Pesan pengajaran kebenaran disampaikan oleh pengajar yang tidak melakukan apa yang diajarkan kepada orang lain. Sejauh pesan adalah kebenaran, taatilah, tetapi jika pengajar tidak melakukan kebenaran, janganlah tiru. Nah, ada pesan sangat penting yang Yesus sampaikan yakni, jika Anda ingin menjadi seorang yang “berkuasa” dengan pengajaran atau nasehat Anda, dimana orang-orang diberkati dengan kehadiran Anda, lanjutkanlah pengajaran pengalaman kehidupan firman itu dalam hidup Anda. Orang Farisi merasa dirinya sudah benar, tetapi sesungguhnya mereka belum benar dalam arti kehidupan “Apa adanya’ yang jujur dan benar.

Menemukan (M1)
Bacalah : Matius 23:1-3, Lukas 24:19b
- Apakah saja yang Yesus katakan tentang Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada ,
a. Matius 23:2 : ………………………………………………………………………………………….
b. Matius 23:3 : ………………………………………………………………………………………… - Apakah yang dikatakan oleh murid-murid Yesus tentang Yesus? (Lukas 24:19b)
Merenungkan (M2)
Cobalah renungkan, kenapa Yesus disebut seorang Nabi yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah? (lihat Lukas 24:19b). Bandingkan dengan apa yang Yesus katakan tentang orang Farisi dan Ahli Taurat! Pelajaran apa yang dapat Anda petik tentang menjadi teladan dan menjadi orang yang jujur dan benar menurut Alkitab?

Melakukan (M3)
Mulai susun ulang cara berpikir kita, bahwa kita mengajarkan kebenaran yang kita lakukan. Bersiaplah dengan langkah pertama yang sederhana untuk memegang dan menjalankan dengan disiplin prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan. Milikilah hati yang lembut dan rendah hati.
Membagikan (M4)
Bersaksi dan bantulah orang-orang terdekat Anda untuk selalu menjadi pelaku firman Tuhan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

