28 Maret 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Matius 5:34-37
Saudara-saudari, pada akhirnya kita sebagai orang Kristen akan membangun kebiasaan hidup jujur yang pada saatnya terbentuk Kebudayaan Kerajaan Allah dengan ciri kejujuran diri.
Bagaimana membangunnya? Seperti nats bacaan hari ini kita harus memiliki pola pikir yang benar tentang firman Allah sebagai satu-satunya dasar untuk berkata-kata. Pola pikir yang benar akan menghasilkan pola rasa yang akan menghasilkan kehendak/kemauan yang rohani. Ketika kehendak yang dibangun karena percaya terhadap apa yang dibaca, didengar dan dilihat, maka terciptalah tindakan terpuji. Perkataan-perkataan yang kita sampaikan akan penuh kebenaran yang jujur dan berkuasa untuk mengalahkan semua tipu daya iblis. Perkataan yang sarat dengan firman Tuhan adalah mengeluarkan daya ketajaman seperti pedang bermata dua.

A. Menemukan
Bacalah Matius 5:34-37
- Kenapa Alkitab katakan tidak boleh bersumpah demi apapun? (Ayat 34-36)
- Ada penegasan, jika ya, hendaklah kamu katakan …. jika tidak, hendaklah kamu katakan ….. Apa yang lebih daripada itu berasal dari….. (ayat 37)
B. Merenungkan
Menurut Anda, apakah alasan kita tidak boleu bersumpah demi apapun seperti dalam Matius 5:34-36?

C. Melakukan
Bagaimanakah cara Anda berkata jujur? Rencanakanlah membangun kebiasaan berkata jujur yang mengandung dalam sekecil apapun dan dimanapun serta kepada siapapun.
D. Membangikan
Saatnya bercerita dan merayakan kemajuan dan pertumbuhan karakter integritas Anda kepada orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

