SENIN – MELEPASKAN UNTUK MEMPEROLEH

19 April 2021

By: Hendrik Yulianto
Matius 13 : 44-46
MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca kitab Matius 13 : 44-46 dan temukan apa saja poin-poin penting yang kita bisa peroleh dari perumpamaan ini. Diantaranya adalah apa yang dilakukan oleh orang yang menemukan harta yang terpendam untuk bisa membeli ladang yang didalamnya ada harta berharga? Dan juga apa yang dilakukan oleh pedagang yang mencari Mutiara yang berharga untuk bisa membeli Mutiara itu? Apa yang membuat mereka mau melakukan hal itu?

MENERIMA & MERENUNGKAN (M2)

Dari bacaan kita diatas kita menemukan bahwa kedua orang tersebut melakukan hal yang sama untuk bisa memperoleh harta terpendam maupun mutiara yang berharga, yaitu mereka sama-sama menjual segala miliknya. Jadi ternyata untuk mendapatkan harta/mutiara yang berharga yang dalam hal ini adalah Kerajaan Allah, kita harus berani menjual segala yang kita miliki. Bicara tentang kata milik dalam bacaan Alkitab diatas, dari bahasa aslinya bisa diperoleh ternyata yang dimaksud milik bisa termasuk didalamnya adalah apa yang kita pakai, apa yang ada dalam pikiran (kewaspadaan, kegelisahan, emosi, dll), harta benda atau kekayaan atau furniture atau perkakas atau barang atau makanan dll, ikatan pernikahan, ikatan darah alami, persahabatan atau tugas atau hukum, dan juga kemudian sesuatu atau seseorang yang kepadanya kita mengikatkan diri atau bersandar/andalkan. Semua hal tersebut kita harus berani untuk lepaskan agar kita bisa memperoleh Kerajaan Allah dalam hidup kita. Dan kita bisa berani untuk melepaskan semua hal itu hanya jika kita mengerti betapa berharganya Kerajaan Allah itu.

Kerajaan Allah adalah kerajaan dimana Allah sendiri yang memerintah. Jadi Kerajaan Allah bukan hanya bicara nanti atau surga tapi juga sekarang yaitu ketika Allah sendiri yang memerintah dalam segala hal yang kita lakukan, kita perbuat, pikirkan dan katakan selama kita dibumi. Betapa luar biasanya bukan? Jadi kita akan menjadi orang yang rugi serugi-ruginya jika kita tidak memperoleh Kerajaan Allah itu dalam hidup kita sekarang ini. Dan coba kita renungkan, mungkinkah kita akan memperoleh kerajaan Allah itu nanti ketika disurga jika saat ini saja ketika masih dibumi kita tidak memperolehnya atau mengalaminya?

MELAKUKAN (M3)

Lalu bagaimana kita melakukan/prakteknya? Apakah langsung saat ini juga kita jual semua yang kita miliki kemudian kita memberikannya untuk gereja atau pekerjaan Tuhan? Jika Tuhan memang kehendaki atau memang Tuhan berbicara khusus bisa saja seperti itu. Tapi kita tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki tatanan atau aturan dalam diriNya. Jadi pasti Dia tidak ingin kita jual semuanya dan memberikannya kepada gereja tapi kemudian kita tidak bisa menghidupi keluarga dan malah menjadi batu sandungan bagi keluarga dan orang lain. Jadi yang dimaksud menjual / melepas segala milik kita adalah setidaknya dimulai dari paradigma / cara berpikir kita terlebih dahulu. Yaitu walaupun kita memiliki semua yang ada pada kita saat ini, kita bersikap seolah-olah kita tidak memilikinya dan tidak mengandalkannya karena semuanya adalah milik Tuhan.

Misalnya jika kita diberi kesempatan memiliki barang branded seperti tas mewah (biasanya kaum wanita) atau jam tangan mewah (kaum pria), atau kendaraan yg mewah, tempat tinggal yang nyaman atau uang yang cukup, atau kita punya saudara / teman yang berpengaruh, dsb itu tidak membuat kita menjadikannya kesenangan atau kebanggaan untuk kita. Atau contoh yang bertolak belakang adalah jika Tuhan mengijinkan banyak masalah yang kita hadapi, uang sekolah anak yg tidak cukup, pekerjaan tidak menentu, sakit tertentu, usaha gagal, dsb itu tidak membuat pikiran kita tersita dan habis memikirkan itu semua walaupun tentu kita tetap harus mengerjakan bagian yg menjadi tanggung jawab kita.
Bukan hanya kesenangan / keadaan baik saja yg bisa menjadi berhala untuk kita. Masalah pun bisa menjadi berhala untuk kita.
Seharusnya Tuhan saja lah yang berharga bagi hidup kita lebih dari apapun. Dan Tuhan lah yang menjadi sesembahan kita sampai kapanpun dan dalam keadaan apapun. Amin.

MEMBAGIKAN (M4)

Jika engkau sudah melakukan mari bagikan dan ceritakan kepada saudara seiman atau anggota komselmu. Jangan takut jika terlihat seperti lambat perubahan yang engkau alami. Yang terpenting adalah engkau terus berkomitmen melakukannya. Sayapun sedang berjuang..jadi mari kita berjuang bersama-sama. Selamat Berjuang!!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47