30 April 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Matius 26:36-39
A. Pengantar
Setiap kita selalu diminta untuk membuat keputusan dalam setiap waktu. Bahkan ketika kita tidak membuat keputusanpun, sesungguhnya kita sudah membuat keputusan, yakni keputusan tentang tidak membuat keputusan. Kehidupan terus berubah dari masa ke masa, dengan segala bentuk yang baik dan tidak baik. Setelah kita menjadi anak-anak Tuhan, situasi seperti itu tidak berubah seperti pada waktu kita belum menjadi anak-anak Tuhan. Namun kita sudah memiliki kemampuan untuk melihat setiap tantangan dan permasalahan dalam sudut pandang kebenaran. Seperti Yesus , Anak Allah yang ditetapkan menjadi penebus manusia dari dosa, melalui proses salib di bumi.
Mari kita lihat, ada satu kekuatan Ilahi di dalam Yesus, sekalipun ada kemauan lain yang bertentangan dalam diri Tuhan Yesus, yakni satu dorongan untuk tidak bersedia meminum cawan kematian. Hal ini diungkapkan dalam kalimat pernyataan Yesus, “Ya Bapa-Ku, jikalau mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku,….(Matius 26:39). Ada sedikit penolakan yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus, yang juga didukung oleh ekspresi sikap yang terpancar dalam tubuh Yesus (Matius 26:38).

Namun, ketika Yesus menyadari akan siapa dirinya di mata Allah Bapa, serta tahu dan mau bertanggung jawab dengan amanat penebusan manusia dari dosa, Yesus pun mentaati untuk meminum cawan kematian dan kehidupan kekal bagi manusia (Matius 26:39). Demikianlah kita seyogyanya sebagai pengikut Jalan Salib Kristus, untuk selalu menyadari identitas diri kita sebagai anak-anak Allah, ketika menghadapi bahaya dan tantangan, ingatlah selalu Yesus yang sudah berjuang tanpa syarat untuk menjadi korban termulia melalui keputusan sangat cemerlang cemerlang, dengan siap sedia menerima resiko terburuk, yakni disalibkan. Namun ada berkat termulia dan paling cemerlang bagi dunia, yakni jaminan hidup kekal, jaminan kesehatan, jaminan kelimpahan dan kemenangan setiap saat.
B.1. Menemukan
Perhatikanlah dengan seksama Matius 26:36-39
- Apakah kegiatan Yesus di taman Getsemani? (ayat 36)
- Apa yang Yesus rasakan pada waktu itu (Ayat 38)? Dan apa perkataan Yesus kepada Allah (Ayat 39)?

B.2. Merenungkan
Bagi Anda, apakah awal keputusan adalah doa yang cemerlang seperti Yesus harus selalu dilakukan? Bagaimana Anda menjadikan doa sebagai kunci untuk menemukan alasan setiap keputusan yang Anda buat dengan pemikiran yang menerima tantangan atau menghadapi permasalahan?
B.3. Melakukan
Belajarlah membuat keputusan yang tepat setiap hari ketika Anda mendapatkan kesempatan pertumbuhan diri dalam studi, karir, kehidupan keluarga (secara keuangan), promosi bisnis , dimana Anda juga melihat resiko-resiko yang bisa muncul di balik itu!
B.4. Membagikan
Teruslah bersaksi kepada orang lain tentang pembelajaran membuat keputusan yang tepat setiap hari dengan selalu berfokus pada kebenaran salib.

