12 Mei 2021
By: Pdt. Rudy Langitan
Yosua 1 : 1-9, 2 Korintus 4 :16-17
A. PENGANTAR
Tidak tawar hati (Don’t Be Discourage), merupakan sebuah kata kunci untuk membangun semangat atau gairah kita kembali. Sebab jika kita tawar hati maka tubuh lahiriah dan rohaniah kita akan mudah merosot. (dimana hormone jahat cortisol menggerogoti hidup kita). Tawar hati (kecut, putus asa, cemas) adalah penyakit rohani dan jiwani sangat berbahaya, karena sering tidak kita sadari dari awal.
“Apa tawar hati?” Kebanyakan orang mengartikannya dengan: hilangnya minat atau semangat, tidak antusias, tidak bernafsu, tidak mau peduli, apatis, hatinya dingin, dan seterusnya. Siapa pun dapat mengalami kondisi seperti ini. Namun, jika hal ini dibiarkan terus-menerus, tentu akan berakibat buruk pada kesehatan jasmani maupun rohani/jiwani; diri sendiri maupun orang lain yang dapat menyebabkan hati kehilangan kegairahan dalam hidup. Pandangannya menjadi negatif terhadap diri sendiri, orang lain bahkan Tuhan dan tidak mau peduli dengan lingkungannya. Bahkan tidak lagi peduli terhadap dirinya sendiri. Tawar hati seringkali menyebabkan kita kehilangan perkara terbaik yang ditawarkan Allah kepada kita.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah Yosua 1:1-9 dan 2 Korintus 4:16-17
- Di dalam Yosua 1 : 6,7,9 ada nasehat yang sama untuk Yosua yakni, kuatkan dan……………………..
- Apakah syarat untuk menjadi mencapai perjalanan yang berhasil dan beruntung? (Yosua 1:8)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah arti kuatkan dan teguhkan hatimu? Ketika Anda sedang mengalami satu kegagalan dalam hidup Anda, bagaimana nasehat untuk Yosua (dalam Yos 1:6,7,9) dapat Anda gunakan sebagai cara menghindari diri dari kekecewaan?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari fokuskan mata rohani kita hanya pada Allah. Ingatlah bandingkan masalahmu/tantanganmu dengan Allah yang hebat, dan jangan bandingkan dirimu dengan masalah Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan kepada saudaramu seiman, bahwa di dalam hidup ini tidak ada satupun yang dapat di setarakan dengan kebesaran Allah kita, Allah kita sanggup, Yesus Sanggup melakukan perkara yang besar.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

