07 Juni 2021
By : Pdm. Rudy Langitan
Lukas 6:45
Perbendaharaan (treasury) adalah tempat menyimpan barang-barang berharga. Barang-barang berharga bagi manusia adalah pikiran-pikiran yang tersimpan di dalam memori bawah sadar (sub conscious mind). Pikiran adalah sumber yang menentukan semua perasaan, sikap, perbuatan dan karakter seseorang. Pikiran dapat menentukan kehidupan seseorang. Semua pikiran yang berkesan, baik atau jahat, disimpan di memori bawah sadar kita. Selama kita tidak mengubah perbendaharaan hati kita, maka tidak ada perubahan hidup yang dapat terjadi. Kita perlu dengan rajin melakukan pembaharuan pikiran /hati (Roma 12:2), agar perbendaharaan hati kita menjadi baik. Kita tidak dapat mengalami pembaharuan hati/pikiran hanya dengan usaha pribadi saja. Memang kita harus bertanggung jawab secara pribadi, tapi pembaharuan pikiran baru dapat terjadi dengan sempurna bila kita melakukannya secara korporat (bersama) di dalam sebuah komunitas Tuhan yang sehat, yang saling mengasihi (komunitas agape).

MENEMUKAN (M1)
Perbendaharaan yang baik bagi manusia disimpan di dalam hati. Hati adalah pancaran kehidupan. Hidup kita menjadi sumber kehidupan atau kematian bagi semua orang yang ada di sekitar kita, tergantung sikap hati kita. Inilah alasan mengapa Salomo mengingatkan agar setiap kita menjaga hati karena hati merupakan sumber. Bacaan renungan pagi ini, Lukas 6:45 “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.”
Pertanyaan :
- Apa yang dihasilkan dari perbendaharaan/hati yang baik? Dan dari pembendaharaan/hati yang jahat? Apa saja contoh-contohnya?
- Dan yang di ucapkan oleh mulut berasal dari mana?
MERENUNGKAN (M2)
Ayat perenungan ini menjelaskan bahwa hati manusia bagaikan sebuah wadah atau perbendaharaan. Dari perbendaharaan hati yang baik akan keluar: tindakan, perkataan, perbuatan, pemberian, korban yang baik. Sebaliknya dari perbendaharaan hati yang jahat akan keluar: tindakan, perkataan, perbuatan, pemberian, korban yang jahat. Salah satu yang keluar dari perbendaharaan hati yang baik itu adalah perkataan baik. Kitab Amsal berkata, “Hidup dan mati dikuasai oleh lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” (Ams. 18:21). Ini menandakan bahwa apa yang kita ucapkan, atau perkataan yang keluar dari mulut kita itu sangat berdampak karena apa yang kita ucapkan dan apa kita percayai akan benar-benar terjadi.

MELAKUKAN (M3)
Karena perkataan itu sangat penting, maka kita perlu memastikan bahwa apa yang kita ucapkan itu sesuai dengan apa yang Tuhan katakan melalui firman-Nya. Memperkatakan firman Tuhan adalah cara yang sangat baik untuk membangun iman kita dan orang lain. Sebagai orang percaya, setiap kita memiliki kuasa atas kehidupan atau kematian, kemenangan atau kekalahan, berkat atau kutuk, melalui perkataan kita setiap hari. Mari perhatikan apa yang senantiasa kita ucapkan atau gemakan akan sangat menentukan masa depan kita. Perkataan kita cerminan dari apa yang ada di dalam hati kita sendiri. Karena itu, kita harus mengisi perbendaharaan hati kita dengan hal-hal yang baik dan benar.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara tentang perkataan yang mendatangkan berkat, dan sampaikan ke semua saudara seiman dan seluruh jemaat keluarga Allah, Saudara mau?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

