13 Juni 2021
By : Pdm. Rudy Langitan
Filipi 4:8
Suatu kali Yesus bercakap-cakap dengan perempuan Samaria (Yohanes 4:14), “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Hati kita ibarat “spons”. Jika “spons” menyerap air putih, saat diperas, “spons” itu akan mengeluarkan air putih. Tidak mungkin spons menyerap air putih, tetapi keluar air jeruk. Firman Tuhan menuliskan bahwa dari dalam hati kita (seharusnya) mengalir air kehidupan. Hanya ada satu cara untuk memastikan agar hati kita mengeluarkan air kehidupan saat “diperas”, yaitu hati kita perlu menyerap air kehidupan.
Mungkin kita berpikir, “Saya sudah sering “menyerap” Firman Tuhan, tapi mengapa yang keluar tetap hal-hal buruk?” Yang kita butuhkan bukan hanya sering mendengar, tetapi lebih sering mendengar Firman Tuhan. Jika kita lebih banyak melihat dan mendengar hal-hal yang negatif, jangan heran jika yang keluar dari hati dan mulut kita adalah hal-hal negatif. Sebaliknya, jika kita lebih banyak melihat dan mendengar kabar mengenai Yesus dan Firman-Nya, yang akan terpancar dari hati dan mulut kita adalah hal-hal yang memberikan semangat, kekuatan, kasih, dan pengharapan

MENEMUKAN (M1)
Renungan pagi ini Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Kita tahu bahwa ada dua “pintu masuk” yang Tuhan ciptakan untuk mengisi hati dan pikiran kita, yaitu mata dan telinga. Jika kita tidak menjaga apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar, maka perbendaharaan hati kita bisa tercelah/terkamiri.
Pertanyaan dari ayat renungan:
- Hal-hal apakah yang harus kita lakukan agar senantiasa menjaga perbendaharaan hati kita tetap baik? (lihat Filipi 4:8)
- Apa yang harus kita jaga agar pembendaharaan hati kita tetap baik? (ayat Matius 6 :22)
MERENUNGKAN (M2)
Ada alasan mengapa Alkitab meminta kita menjaga apa yang kita lihat dan dengar. Dalam 2 Korintus 10:5 Paulus mengatakan, “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”
Perhatikan, bahwa “benteng yang berkubu” di dalam pikiran kita harus ditaklukkan. Ingat sesuatu yang kita dengar dan lihat, sedikit demi sedikit dan terus menerus, akan membentuk sebuah “benteng” di dalam pikiran kita. Jika kita selalu didominasi dengan memikirkan hal-hal yang buruk/negative/jahat maka pikiran kita menciptakan benteng negatif
Dan ini sungguh berbahaya. Untuk itu kita harus selalu memiliki pikiran Kristus dengan selalu merenungkan firman-Nya siang dan malam.

MELAKUKAN (M3)
Inilah saatnya mata dan telinga kita selalu tertuju padanya, maka firman Tuhan janjikan maka engkau akan hidup dalam kebenaran Tuhan (Mazmur 26:3), yuk fokuskah pagi ini dengan ibadah minggu dan fokus padaNya
MEMBAGIKAN (M4)
Bagikan kepada saudaramu bahwa ketika mata dan telinga kita hanya tertuju pada Tuhan (intim dengan Tuhan), maka akan ada “aliran air hidup”yang tak berhenti mengalir dalam hidup saudara.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

