16 Juni 2021
By : Pdt. Santoso S. Hutabarat
Lukas 1:28-32, 38
A. PENGANTAR
Tentu kita seringkali mendengar cerita gadis bernama Maria, tunangan dari Yusuf. Gadis ini tidak pernah berpikir akan menjadi ibu dari seorang yang bukan manusia biasa , tetapi Juru Selamat dunia yang bernama Yesus Kristus. Maria tidak terlihat sebagai gadis yang taat membaca Alkitab atau tahu banyak tentang Yesus Kristus. Namun, di balik sisi manusiawinya, ada Anugerah Ilahi, yakni ketetapanNya untuk memakainya menjadi ibu yang melahirkan Yesus Kristus. Kenapa Maria dapat bersikap benar ketika menyikapi semua perkataan malaikat? (Perhatikan ayat 38).
Anugerah Allah adalah inisiatif sepihak dan sebagai bentuk takdir Ilahi untuk seseorang menjadi apa yang Allah rencanakan. Kalau bukan karena kuasa perkataan firman Allah, maka tidak akan mungkin Maria dapat bersikap rendah hati dan lemah lembut untuk menerima tanggung jawab Maha Besar sebagai gadis yang akan mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus. SIkap benar yang diinisiasi oleh karya Roh Kudus, sebagai Roh Kebenaran (Yoh 16:13), akan merajut sulaman perkataanNya menjadi satu gambar mental yang membuahkan iman yang kuat sebagai hamba Tuhan, sehingga menyanggupkan Maria menjalani hari-hari suci sampai pada kelahiran Yesus. Di tengah ancaman kritik sosial dan kekuatiran akan berpisah dengan Yusuf, sebagai tunangan, sikap baja yang tulen ditunjukkannya, karena ada kuasa firmanNya. Sekuat apakah sikap kita ketika mendapatkan satu tanggung jawab Ilahi tatkala secara manusiawi kita tidak berdaya menjalaninya?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Lukas 1:28-32.38
1.Bagaimana sikap awal Maria ketika malaikat berkata kepadanya? (ayat 28-29)
2.Kemudian bagaimana sikap Maria pada akhirnya? (ayat 38)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Renungkanlah, perubahan sikap Maria dari terkejut sampai bersedia mengambil peran seorang ibu bagi Yesus? Kenapa hal tersebut dapat terjadi?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Apakah kebanyakan sikap Anda dibangun oleh kebenaran Allah atau kebenaran manusia? Bagaimana Anda menentukan pilihan Anda?
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Jangan lupa berbagi cerita tentang kebaikan Tuhan!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

