Jumat – Sikap Rohani Melampaui Akal Manusia

18 Juni 2021

By : Pdt. Santoso S. Hutabarat
Kejadian 22:1-17
A. PENGANTAR

Allah menciptakan Pikiran, perasaan dan kehendak dalam diri manusia untuk berperilaku suci. Kehadiran dosa menjadikan unsur-unsur demikian menjadi ternodai sehingga bagian terpenting yakni pikiran manusia mengalami perubahan pola pikir. Konsep yang terbentuk adalah ‘Ingin menjadi seperti Allah’ (Kej 3:4-5). Dampaknya manusia telah menjadi penyembah ciptaanNya, bukan pada pencipta. Dampaknya manusia terlalu berpikir logis atau masuk akal dalam menyikapi segala hal. Semua diupayakan dengan pola berpikir yang masuk akal, termasuk dalam memahami Alkitab.

Bagaimana dengan kisah Abraham di Bukit Moria? Secara jiwa kemanusiaan sebagai seorang Ayah, rasanya dia sangat berhak untuk menolak permintaan Tuhan dimana Tuhan meminta Abram mengorbankan Ishak untuk Tuhan. Dengan 1001 alasan sebagaimana umumnya seorang manusia, demikianlah yang sewajarnya Abraham berespon. Namun, terjadi satu terobosan pikiran sadar ke dalam pikiran bawah sadar yakni dengan iman , yang ditunjukkan dengan sikap rohani dan tindakan ketaatan kepada Allah untuk menyerahkan Ishak, anak tunggalnya sebagai korban bakaran untuk Allah.

Sikap ini melampaui kewajaran berpikir. Tapi firmanNya, membuat respon sikap yang berbeda dibanding manusia lain pada saat itu. Bagi orang Kristen, berjalan dengan sikap rohani adalah kewajaran, tetapi berjalan hanya pada pikiran wajar (kuatir dengan hasil hitungan untung-rugi) adalah ketidakwajaran. Berjalan di atas air seperti tindakan Petrus (Mat 14:28), adalah permintaan Tuhan kepada kita, agar kita terbiasa dengan sikap yang rohani.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Kejadian 22:1-17

  1. Dalam Kejadian 22:3,5, sebutkan respon sikap dan tindakan Abraham!
  2. Apakah bukti sikap Abraham berkenan di hati Allah? (ayat 16,17)
B.2. MERENUNGKAN (M2)

Resapilah secara mendalam, apakah bedanya Abraham dengan Anda? Sekali lagi kenapa dia dapat bersikap rohani kepada perkataan Allah?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Rencanakan dengan sederhana, bagaimana bersikap tetap rohani di kala tantangan, kesulitan dan rintangan di depan mata Anda!

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Teruslah bersaksi kepada setiap orang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47