SENIN – Mulut Seperti Mata Pedang (Efesus 4:29)

21 Juni 2021

By : Hendrik Yulianto
Efesus 4:29
A. PENGANTAR

Kata “mulut” dalam Efesus 4:29 dan juga banyak ayat lainnya di Alkitab PB dalam bahasa aslinya adalah stoma yang selain bisa berarti mulut secara fisik atau bagian tubuh dari manusia atau hewan, juga bisa berarti mata/tepi pedang (edge of a sword). Ini berarti mulut kita juga mempunyai fungsi yang sama seperti mata pedang, bisa untuk hal yang berguna tapi bisa juga untuk hal yang menghancurkan bahkan membunuh. Untuk itulah kita harus menjaga perkataan kita, karena apa yang keluar dari mulut kita yaitu perkataan kita bisa berdampak negatif atau positif kepada orang lain. Selain itu juga apa yang keluar dari mulut seseorang itu yang menajiskan seseorang. Najis berarti tidak berkenan kepada Tuhan dan juga menyakiti hati Tuhan.
Bicara tentang perkataan di konteks jaman sekarang, adalah bukan hanya apa yang diucapkan seseorang secara verbal, tapi juga apa yang seseorang tulis/ketik di media sosial. Banyak orang hari-hari ini tidak menjaga perkataannya di media sosial. Karena seolah-olah tidak ada batasan, tidak jelas objek yang dibicarakan siapa, orang tidak bisa melihat ekspresi wajah kita, dsb. Banyak orang menumpahkan amarahnya, kekesalannya, ketidak puasannya, bahkan kebenciannya di media sosial. Ada yang dengan kata-kata yang vulgar dan negatif, langsung menyerang objek yang dibicarakan. Namun ada juga dengan perkataan satir dan sindiran, yang kelihatannya biasa-biasa saja tapi sebenarnya termuat perkataan yang menyakiti.

Sebagai orang percaya, tidak demikian harusnya perkataan yang keluar dari mulut kita baik secara verbal maupun yang kita tulis/ketik. Menjaga perkataan adalah mutlak bagi setiap orang percaya. Orang yang benar-benar mengikut Kristus seharusnya perkataannya tidak menyakiti sesama. Menyakiti tidak sama dengan mengkritik. Kritik boleh, tapi harus disampaikan dengan bahasa yang sopan dan meneduhkan. Kritik adalah proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan. Ada goal dari setiap kritik, yaitu perbaikan. Tapi kata-kata yang menyakiti tidak ada goalnya selain memuaskan nafsu kedagingan saja.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca Efesus 4:29

  1. Apa yang tidak boleh keluar dari mulut kita?
  2. Apa yang seharusnya keluar dari mulut kita?
  3. Supaya yang mendengarnya beroleh apa?
B.2. MERENUNGKAN (M2)

Mari renungkan, apakah perkataan-perkataan kita selama ini baik yang kita ucapkan secara verbal maupun tulis/ketik di media sosial sudah sepenuhnya mencerminkan seorang pengikut Kristus?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Jika yang lalu-lalu kita masih belum sepenuhnya menjaga perkataan kita, mari kita komit untuk memperbaikinya. Menjaga perkataan bukan hanya masalah untuk orang yang banyak bicara, tapi juga termasuk orang yang jarang bicara. Karena apa yang seseorang ucapkan tidak dipengaruhi orang tersebut orang yang banyak bicara atau jarang bicara, tetapi apa yang orang ucapkan dipengaruhi/berasal dari dalam hatinya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Diskusikan dan bagikan kebenaran ini dengan teman-teman komsel, rekan pelayanan atau orang-orang yang Tuhan percayakan, agar kebenaran ini bisa memerdekakan bukan hanya 1 orang tapi banyak orang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47