29 Juni 2021
By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Pengkhotbah 5:2
MENEMUKAN (M1)
Bacalah: Pengkhotbah 5:2, Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.
Pertanyaan dari Pengkhotbah 5:2:
- Bagaimanakah seharusnya sikap mulut dan hati kita dihadapan Allah?
- Diamanakah Allah dan dimana kita? sehingga perkataan kita harus sedikit?

MERENUNGKAN FIRMAN (M2)
Ada begitu banyak suara atau kata2 yg kita dengar setiap hari, dan yg jika tidak didengarkan dengan Penuh Perhatian (Attention) dan Minat (interest) maka semua kata2 atau kalimat yg kita dengar hanya akan sebagai suara atau kalimat2 yg tidak bermakna, yg tidak ada artinya bagi orang yg mendengarnya. Perlu disiplin dan melatih diri untuk dapat menjadi seorang yg Penuh Perhatian (Attention) dan Minat (interest). Samuel dapat mendengar suara Tuhan karena telah biasa rendah hati, taat dan penuh attention and interest terhadap imam Eli pemimpinya (1 Sam 3:1-10). Tetapi bangsa Israel yg walau telah melihat dan mengalami berbagai mujizat malah tidak bisa mendengar suara Tuhan karena mereka tegar tengkuk dan keras hati tidak percaya Yesus.

MELAKUKAN (M3)
Dengan menahan diri utk mendengar dengan penuh attention and interest akan mendatangkan manfaat: bagi yg BERBICARA: 1. Dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas, 2. Merasa dihargai dan dikasihi; dan bagi yg MENDENGAR: 1. Dapat menangkap maksud yg berbicara, 2. Sebagai Ekspresi buah-buah Roh (Kesabaran, kelemah lembutan, penguasaan diri), 3. Mendapat waktu utk berpikir sebelum memberikan tanggapan/jawaban tepat, Perkataan yg diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. (Amsal 25:11)
MEMBAGIKAN (M4)
Sebutkanlah dan ceritakanlah Pengertian yg saudara dapatkan dari renungan hari ini pada form yg disediakan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

