KAMIS – JANGAN MENDATANGKAN API ASING

29 Juli 2021

By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Imamat 10:1-2
PENGANTAR

Allah kita adalah api yg menghanguskan, Kudus/suci adalah sifat Allah kita, Allah tidak toleransi, mendiamkan atau membiarkan adanya dosa; dan oleh karena kesuciannya, Allah menginginkan agar kita umatNya juga suci, dengan mentaati dan melakukan setiap Firman yg Tuhan katakan.

Nadab dan Abihu adalah anak-anak Harun yg baru diurapi bersama seluruh keluarganya untuk menjadi imam-imam di rumah Tuhan, tetapi dengan sangat tragis mati hangus terbakar api Tuhan karena telah melanggar ketetapan, perintah dan kekudusan Tuhan karena mempersembahkan api asing yg tidak Tuhan perintahkan.

MENEMUKAN (M1):

Imamat 10:1-2, Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yg asing yg tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.

  1. Hal apakah yg dilakukan oleh Nadab dan Abihu yg membuat mereka mati di hadapan TUHAN?
  2. Bagaimanakah api Tuhan membuat mereka mati?
MERENUNGKAN (M2)

Diperkiraan pada saat membakar api asing itu mereka sedang mabuk oleh anggur (Imamat 10:9) atau sesuatu yg lain (Imamat 9:24), dan menghina kekudusan Tuhan, mengecilkan kemuliaan-Nya, dan tidak mengikuti standar Tuhan. Nadab dan Abihu telah membuat suatu pertunjukan dan perbuatan di depan umum yg tidak menghormati Allah, berlaku lancang di hadapan Tuhan dengan membakar ukupan di luar waktu yg Tuhan tetapkan, dan akhirnya mati di depan ruang maha suci karena melanggar kekudusan dan firman Tuhan yg baru mereka terima.
Karena terbawa oleh semangat kebanggaan status karena telah menjadi imam-imam Tuhan, akhirnya melakukan tindakan salah dan berlebihan karena terbawa keriuhan sorakan orang banyak yg ada di sekitar Kemah Suci, mereka lupa bahwa mereka adalah imam-imam Tuhan yg seharusnya hanya menjalankan tugas keimaman berdasarkan perintah dan ketetapan Tuhan.

MELAKUKAN (M3)

Api sejati haruslah bersumber dari Tuhan, karena Ide, Kerinduan, Kasih, Hikmat, Maksud, Tujuan dan Kehendak Tuhan saja. Tetapi Api asing bisa datang pada saat kita beribadah atau melayani Tuhan, datang dari pikiran-pikiran manusia kita, atau yg juga bisa terjadi yg pada awalnya murni berasal dari Tuhan, tetapi tersusupi atau diselewengkan oleh kehendak, keinginan, tujuan, ambisi, atau emosi manusia kita dan membuat ibadah atau pelayanan kehilangan kuasa kehadiran dan perkenanan Tuhan, dan menjadi hanya kegiatan/aktivitas ibadah saja karena sudah tidak murni datang dari hatiNya Tuhan.

Oleh sebab itu saat beribadah atau melayani Tuhan, adalah sangat penting untuk selalu menjaga motivasi hati pikiran manusiawi kita utk selalu suci dan kudus oleh kebenaran Firman Tuhan; Tetapi kalau engkau merasa sudah puas atau merasa telah melakukan Firman Tuhan padahal “masih hanya membaca atau membahas2nya saja”, janganlah heran kalau motivasi, sikap, perkataan, dan perbuatanmu masih tetap sama seperti manusia lama, masih tetap pemarah, mudah tersinggung, atau seperti orang lain yg belum mengenal kebenaran Firman Tuhan.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara mengalami anugerah pertolongan Tuhan dalam menjaga agar “tidak mendatangkan Api Asing” dari pikiran, perasaan dan kehendak daging kemanusiaan saat beribadah dan melayani Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47