11 Agustus 2021
By : Pdt. Santoso S. Hutabarat
I Petrus 2:5-6
A. PENGANTAR
Alkitab menjelaskan banyak simbol tentang Yesus Kristus, Tuhan kita. Yesus disebut Roti Kehidupan, yang memberikan rasa kenyang dan puas secara rohani; disebut Air kehidupan, yang memberikan kelegaan dari kehausan. Yesus Kristus disebut juga Batu Hidup? Simbol ini berbeda dari simbol sebelumnya. Yesus Kristus sebagai Batu Hidup dan menjadikan kita yang percaya kapadaNya, sebagai batu hidup dengan tujuan untuk membangun rumah rohani yang kokoh. Mengapa digunakan kata “batu” (Inggris , Rock). bukan bata (Inggris Brick).
Dalam bahasa Yunani, Batu disebut Rock bukan Brick (Bata). Rock adalah bebatuan yang besar dan tersebar di permukaan bumi dan mengandung mineral. Bentuk yang tidak seragam dan sangat kokoh, sekalipun dibanting, batu sedikitnya mengalami lecet di permukaannya. Jika ingin menghancurkan batu, harus didukung dengan tenaga yang sangat besar dari pemukul batu. Namun untuk bata (Brick), dengan bentuk dan ukuran yang seragam tapi memiliki kekompakan penyusun lebih lemah dibandingkan Batu (Rock). Dan bukan itu saja, batu itu yang merupakan benda mati, tapi dinilai menjadi batu yang hidup (secara rohani). Tahukan Anda alasan ini? Allah memiliki target bahwa RumanNya adalah Rumah yang disusun oleh orang-orang Kristen yang sifatnya ‘membatu’ atau konsisten kepada firman-Nya, ketika dipakai untuk menjadi batu-batu hidup penyusun rumah rohani Allah.

Dalam prakteknya, dalam pembangunan rumah rohani, tak jarang terjadi konflik antar ‘batu hidup’ karena perbedaan sudut pandang dalam pelayanan kepada Tuhan. Bisa juga terjadi karena sifat dosa yag belum dilepaskan. Kalaupun terjadi konflik, sedikitnya ada gesekan yang terlihat , namun tidak akan pernah menghancurkan hidup kita. Hanya perlu belajar saling menerima dengan kerendahan hati dan saling membangun dengan kasih Tuhan. Terus belajar seperti bayi yang baru lahir, terus membutuhkan susu yang murni untuk bertumbuh setiap saat (I Pet 2:2). Gesekan antara batu hidup adalah harus terjadi agar Sang Tukang Bangunan melakukan penyesuaian kepada standar Batu Hidup sehingga antara batu hidup dapat melekat dengan benar dan baik. Kesakitan bisa muncul, tetapi itu adalah kesempatan untuk mendewasakan kualitas hubungan diantara anak Tuhan. Mari ingatlah Anda batu hidup (Rock) bukan Bata (Brick), karena ada Allah yang berdiam dalam rumahNya untuk memberkati kita.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : I Petrus 2:5-6
1.Apakah yang Allah letakkan di Sion? (Ayat 6)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Sekuat apakah iman Anda sebagai anggota Rumah Rohani tatkala terjadi konflik dengan saudara seiman?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Bangunlah kedekatan emosi dalam kasih Allah dengan saudara seiman!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

