JUMAT – DAYA PENARIK BATU PENJURU

13 Agustus 2021

By : Pdt. Santoso S. Hutabarat
I Petrus 2:6-8

A. PENGANTAR

Sebagaimana yang sudah kitra pelajari bahwa Batu Penjuru adalah batu terbesar, terkuat dan paling menonjol diantara baru-batu penyusun satu bangunan. Menjadi tolak ukur dan pondasi sehingga tercipta kesesuaian dan kekuatan yang melekat diantara baru-batu. Batu penjuru disebut Standar atau tolak ukur (bahasa Inggris : Benchmark). Dalam konteks gereja, Yesus Kristus sebagai batu penjuru yang mahal yang Allah tempatkan di Sion yakni gereja Tuhan. Keberadaan Batu Penjuru adalah penentu keaslian dan kekuatan kasih dalam persekutuan orang Kristen dalam gereja.

Bagaimana batu-batu hidup dapat berespon terhadap Batu Penjuru? Ada 2 jenis respon yang dapat terjadi yakni reaktif dan responsif. Reaktif adalah respon yang dikuasai emosional daripada pemahaman kebenaran yang kokoh. Kelompok ini adalah yang membuang Batu penjuru dan hidupnya tersandung terhadap Batu Penjuru itu, karena mereka tidak taat kepada firmanNya tetapi lebih mengikuti emosional atau sifat kedagingan. Responsif adalah respon terhadap konflik dengan pemikiran yang dewasa karena memahami dan mempercayai Kasih Allah sehingga emosi yang diberikan ketika konflik adalah lembut hati dan mengampuni. Kelompok ini adalah yang menghargai arti Batu Penjuru yang mahal dan penuh kemuliaan itu.

Dalam kenyataan yang seharusnya, batu-batu hidup seyogyanya selalu berespon dengan responsif yakni penuh penghormatan dan ketertarikan yang tulus untuk meneladani Yesus sebagai tolak ukur dan daya penarik semua keinginan anak-anakNya untuk rela dan disiplin mentaati standar Alkitab segala hal. Kekuataan salib akan menarik semua kelemahan diri kepada Kristus akan dihancurkan dan diberikan karakter Kristus yang bertumbuh. Tuhan tidak pernah mempermalukan anak-anakNya sekalipun proses penyelarasan diri ke pusat standar yakni Batu Penjuru menyakitkan. Janganlah pernah meninggalkan proses penyelarasan ini karena tindakan demikian sama saja membunuh kerohanian rumah Tuhan. Jadilah benar dan dewasa terhadap Batu Penjuru.

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : I Petrus 2:6-8

  1. Siapa yang percaya kepada Batu penjuru tidak akan di…. (ayat 6)
  2. Siapakah yang tersandung pada batu penjuru? (ayat 8)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Dalam ayat 7, batu penjuru bisa jadi penjuru dan bisa juga menjadi batu sandungan? Bagaimana pemahaman Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Jadikanlah Yesus Kristus sebagai batu penjuru di semua bagian hidup Anda!

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Teruslah bersaksi dengan setia dan jujur kepada orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47