02 Oktober 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Mazmur 84:2
A. PENGANTAR
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. (TB, Maz 84:2)
Psalms 84:2 (RNKJV) My soul longeth, yea, even fainteth for the courts of YHVH: my heart and my flesh crieth out for the living El.
Ungkapan dalam mazmur Bani Korah, menggambarkan satu apresiasi yang sangat mendalam terhadap makna rumah Tuhan. Semua bagian dalam rumah Tuhan sangat bermakna mulia dan megah bagi mereka yang memahamiNya. Bahkan pada bagian pelataran Tuhan saja, diungkapkan ada pengaruh yang sangat kuat dan sangat berdampak, dimana Mazmur Bani Korah merujuk pada kata “Faith” yang artinya pingsan yang dalam teks Bahasa Indonesia disebut “Jiwaku hancur”, tatkala merindukan pelataran-pelataran Tuhan atau bagian depan dekat pintu masuk Rumah atau Bait Allah.
Kemajuan jaman telah terjadi dengan begitu hebatnya. Peradaban yang sarat dengan informasi dan dinamika sosial menjadi faktor pemicu munculnya respon manusia terhadapnya. Percepatan pencarian dan penerimaan informasi tanpa batas didukung dengan kamajuan teknologi informasi atau digitalisasi informasi. Namun demikian ungkapan Bani Korah di atas menjadi bahan refleksi diri tentang apakah kita masih menyediakan waktu yang panjang dan berkualitas untuk dapat memahami dan menyelami indahnya dan penuh sorak-sorai di dalam rumahNya, seperti kita berada dalam pencarian informasi dalam dunia internet? Kemudahan dan kecepatan tinggi untuk mengikuti perubahan jaman karena didukung dengan kemajuan teknologi informasi, seringkali membentuk mentalitas Fast life (Kehidupan yang cepat) dengan fast think (cepat berpikir), fast feel (cepat merasa), fast to buid will (cepat berkeinginan) dan fast action (cepat bertindak). Bahkan manusia dapat menjadi sangat betah berselancar dalam dunia maya melalui alat-alat komunikasi yang cerdas dalam rentang waktu yang tak berbatas. Apakah di dalam peradaban atau kehidupan tinggal dalam Rumah Tuhan, bisa terjadi fenomena seperti itu? Bisa saja terjadi.

Jika dibandingkan dengan fenomena di atas bisa terjadi 2 kemungkinan di dalam rumah Tuhan, betah atau tidak betah di rumah Tuhan. Daud, seorang yang terpilih menjadi Raja Israel, tidak pernah meninggalkan atau menganggap rendah atau terburu-buru menikmati hadirat Rumah Tuhan. Bahkan dia mengatakan bahwa dia ingin tinggal di rumah Tuhan seumur hidupnya (Maz 27:4). Pengenalan dan penghayatan yang rohani sampai menjadi iman tentang Rumah Tuhan oleh seseorang, layaknya Mazmur Bani Korah, melahirkan satu kebahagiaan ilahi tentang Tuhan dan pengaruhNya. Setiap orang yang terhisab dan tenggelam dalam pengenalan Akan Tuhan, ibarat orang yang “dibuat pingsan oleh Tuhan” tatkala mereka sudah masuk dalam dimensi ilahi yakni kerinduan suci tentang Tuhan. Ketika orang sudah pingsan, maka yang terasa hanya kehadiran Tuhan. Untuk terjadi situasi demikian diperlukan waktu yang panjang dan berkualitas, kebetahan tinggal dalam hadiratNya, tidak terburu-buru, tidak memberikan waktu sisa, tetapi waktu yang sudah direncanakan dengan baik untuk beribadah kepada Tuhan. Terlebih utama , orang tersebut harus memahami di dalam mata iman tentang manfaat kekal tinggal dalam rumahNya.
Mari, miliki jiwa yang hancur atau pingsan tatkala kita merindukan pelataran atau Rumah Tuhan. Iman yang pasti akan terbentuk akan tinggal di dalam pikiran bawah sadar kita. Pikiran bawah sadar adalah rumahnya iman, dimana semua perilaku kekristenan kita akan dikendalikan oleh pikiran bawah sadar kita, sehingga pikiran sadar manusia dilatih untuk tunduk pada iman yang tumbuh dalam pikiran bawah sadar kita.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Mazmur 84:2
- Apakah yang terjadi terhadap jiwa ketika merindukan pelataran-pelataran Tuhan? (ayat 2)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mazmur 82:2, memberikan pikiran utama bahwa ketika kita merindukan pelataran Tuhan, jiwa kita dibuat hancur atau pingsan. Apakah maknanya buat Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Kelolalah pikiran kita tentang Indah dan bahagianya tinggal di rumah Tuhan, manakala Anda sedang bergumul di dalam pikiran, tentang kesulitan bekerja, belajar, membangun pelayanan bersama saudara seiman atau membangun rumah tangga. Hubungkanlah semua itu dengan janji kebahagiaan tinggal di rumah Tuhan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Berceritalah kisah kasih Tuhan untuk Anda ketika Anda berdoa dan menyembah Dia, kepada orang-orang terdekat Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

